Jambi,elaeis.co - Langkah nyata dalam mendukung dan menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI dilakukan oleh Ikatan Karyawan BUMN Indonesia (IKBI) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi.
Organisasi istri karyawan PTPN tersebut menebar sebanyak 1.500 bibit ikan nila di kolam stunting yang berada di areal Kebun Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.
Kegiatan pelepasan bibit ikan nila ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum IKBI PTPN IV Palmco, Lina Jatmiko, didampingi Ketua IKBI PTPN IV Regional IV Jambi, Yusnidar Khayamuddin, pada Kamis (12/4). Turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut Business Support (BS) Head PTPN IV Regional IV Jambi, Dhanny Hermawan, serta Manager Kebun Kayu Aro, Indra Utama Lubis.
Sekretaris PTPN IV Regional IV, Hariman Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Pelepasan bibit ikan ini merupakan kolaborasi antara IKBI dan PTPN Regional IV melalui program TJSL. Sebanyak 1.500 lebih ikan nila kami lepaskan dan akan dipelihara di kolam stunting di areal Kebun Kayu Aro,” ujarnya.
Menurut Hariman, pemeliharaan ikan nila ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus membantu masyarakat sekitar, khususnya warga kurang mampu.
“Salah satu upaya nyata kami adalah dengan membudidayakan ikan nila yang nantinya dapat dikonsumsi oleh masyarakat, terutama yang membutuhkan,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh proses, mulai dari pelepasan bibit hingga masa pembesaran ikan, akan dikelola oleh anggota IKBI Regional IV bersama manajemen Kebun Kayu Aro.
“Dalam waktu sekitar tiga bulan, saat ikan sudah siap konsumsi, hasilnya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar kebun. Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga sekaligus kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan,” pungkasnya.
IKBI PTPN IV Regional IV Tebar 1.500 Bibit Ikan Nila di Kerinci, Perkuat Ketahanan Pangan dan Bantu Warga
Diskusi pembaca untuk berita ini