Berita / Bisnis /
Ekspor Dibatasi, CPO Indonesia Masih Diburu
Ilustrasi CPO. Net
Pekanbaru, Elaeis.co - Harga tandan buah segar (TBS) sawit petani di Riau ditetapkan mengalami penurunan untuk periode 9-15 Februari 2022. Meskipun demikian, harga TBS masih bertengger di angka Rp3.606 per kilogram.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja mengatakan, penurunan harga TBS sawit ini diakibatkan oleh turun harga minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO).
"Harga CPO turun sepekan karena adanya aksi ambil untung atau profit taking oleh investor. Selama sepekan lalu, CPO hanya diperdagangkan tiga hari selama minggu, lantaran Bursa Malaysia ditutup dari 1 Februari hingga 2 Februari untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2022. Namun, pasar CPO akan mengalami aktivitas profit taking seiring reli harga baru-baru ini," ungkapnya, Selasa (8/2).
Defris menjelaskan, analis juga memperkirakan harga CPO akan berkisar antara MYR 5.200 dan MYR 5.300/ton.
"Sebelumnya, menurut Reuters, harga CPO diperkirakan akan tetap stabil karena pelaku pasar menilai dampak dari kebijakan penjualan baru dari Indonesia," katanya.
Meskipun ada kebijakan pembatasan ekspor CPO dari Indonesia dengan adanya aturan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 20 persen, namun CPO Indonesia justru makin diburu. Hal ini lantaran Malaysia sebagai produsen CPO terbesar kedua setelah Indonesia mengalami penurunan produksi.
"Diketahui, Malaysia, sebagai produsen minyak sawit setelah Indonesia, sedang krisis produksi berkepanjangan karena cuaca dan terbatasnya tenaga kerja," tambahnya.
"Pembatasan ekspor dari Indonesia telah mendorong harga CPO unggul dalam enam bulan terakhir dan menjungkirbalikkan pasar minyak nabati global. Pekan ini, pasar China tutup sepanjang pekan untuk perayaan Imlek, sehingga volume perdagangan secara keseluruhan lebih ringan," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :