Siak, elaeis.co - Bupati Siak Dr Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman fenomena cuaca ekstrem Super El Nino tahun 2026.
Menurut Afni, kunci utama penanganan Karhutla di wilayahnya adalah menjaga ekosistem gambut.
Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab merunut data dari Badan Restorasi Gambut (BRG), luas lahan gambut di Siak seluas 869.721 hektar yang tersebar di 12 kecamatan.
"Jadi, restorasi gambut dengan pemetaan dan pengawasan ketat kawasan rawan harus dilakukan guna memastikan gambut tetap basah," kata Afni saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Senin (27/4).
Tidak hanya itu, menurut Afni gambut juga dapat menjadi Devisa Karbon. Artinya menjaga gambut adalah modal masa depan sebagai penyumbang devisa karbon dunia.
Selanjutnya, kata Afni melakukan kerja sama multi pihak antara pemerintah, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan akademisi bersama lembaga swadaya yang bergerak di bidang lingkungan (NGO) sebagai garda terdepan di tingkat desa untuk deteksi dini Karhutla dan edukasi mandiri.
"Kita harus memastikan udara Riau bebas asap. Apabila gambut terbakar, pemadaman di permukaan saja tidak cukup karena bara di kedalaman tetap menyala jika kondisi lahan kering dan minim air. Kolaborasi intensif adalah kunci," kata Afni.
Hadapi Super El Nino 2026 di Siak Gambut Harus Tetap Basah
Diskusi pembaca untuk berita ini