https://www.elaeis.co

Berita / Kalimantan /

Dukung Kemandirian Petani, SPKS Bengkayang Resmi Terbentuk

Dukung Kemandirian Petani, SPKS Bengkayang Resmi Terbentuk

SPKS Bengkayang, Kalimantan Barat Resmi Terbentuk.(Ist?


Bengkayang, elaeis.co - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Bengkayang resmi terbentuk. Ini merupakan langkah SPKS untuk memperkuat kapasitas organisasi petani sawit serta mendorong pengelolaan perkebunan sawit rakyat yang berkelanjutan.

Ketua Umum SPKS, Sabarudin  menegaskan bahwa fokus utama SPKS adalah memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dan perusahaan, meningkatkan pembinaan petani sawit rakyat, mendorong petani masuk dalam skema sertifikasi ISPO, serta memperluas akses petani terhadap program-program strategis pemerintah, khususnya Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Menurutnya kehadiran SPKS di Bengkayang bertujuan memastikan petani sawit memperoleh pendampingan yang nyata untuk mendukung peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat secara berkelanjutan. 

"Kita berharap para petani terus memperbaiki tata kelola kebun, menerapkan praktik budidaya yang baik, serta aktif berorganisasi melalui SPKS sebagai wadah perjuangan bersama," ujarnya dalam siaran pers yang diterima elaeis.co, Rabu (28/1)

Lanjut Sabarudin, pihaknya juga mengajak petani sawit di Bengkayang untuk melakukan diversifikasi komoditas sesuai dengan potensi lokal daerah. Pengembangan komoditas seperti padi, kelapa, dan komoditas pertanian lokal lainnya dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas.

Dalam aspek lingkungan, Sabarudin menegaskan komitmen SPKS terhadap praktik perkebunan yang bertanggung jawab. Ia mengingatkan agar petani sawit tidak melakukan penanaman sawit di dalam kawasan hutan serta tetap memperhatikan perlindungan lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat.

"Penertiban kawasan hutan saat ini menjadi fokus pemerintah dalam kebijakan sawit nasional. Oleh karena itu, kita meminta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) agar dalam menjalankan tugasnya tidak menjadikan petani sawit rakyat sebagai objek penertiban, melainkan mengedepankan pendekatan yang adil, manusiawi, dan berkeadilan. Petani sawit rakyat harus diposisikan sebagai subjek pembinaan dan penyelesaian, bukan sebagai pihak yang dikorbankan dalam penataan sektor sawit," bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal, mengaku sangat mendukung terbentuknya SPKS sebagai organisasi petani sawit yang mampu melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkayang tetap berada di pihak petani sawit dan berkomitmen mendukung penguatan petani melalui kebijakan dan program yang berpihak pada rakyat.

"Peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat sangat penting, namun juga jangan mengabaikan aspek ketahanan pangan daerah. Ia mengingatkan agar petani sawit tidak mengalihfungsikan seluruh lahannya menjadi kebun sawit, melainkan tetap mempertahankan lahan pangan dan komoditas lokal seperti padi dan kelapa yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan dan ekonomi masyarakat Bengkayang," katanya.

Pembentukan SPKS Kabupaten Bengkayang diharapkan menjadi wadah perjuangan petani sawit rakyat untuk memperkuat posisi tawar, meningkatkan kapasitas produksi, serta membangun kolaborasi yang adil antara petani, pemerintah, dan perusahaan demi terwujudnya petani sawit yang sejahtera, mandiri, dan berkelanjutan.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :