Jambi, elaeis.co - Gertakan DPW Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) Provinsi Jambi membuahkan hasil. Rencana demonstrasi ke pabrik kelapa sawit (PKS) akibat anjloknya harga sawit membuat Kadisbun Provinsi Jambi berjanji segera mempertemukan DPW Samade Jambi dengan Gubernur Jambi.

Ketua DPW Samade Provinsi Jambi, Suroso, mengatakan, pertemuan itu khusus diagendakan untuk membahas persoalan harga sawit. 

"Rencana awalnya mau demo. Tapi kami sudah ketemu dengan kadisbun, dijanjikan nanti kita dijembatani untuk bertemu dengan gubernur. Selanjutnya nanti dijadwalkan oleh disbun untuk bertemu dengan Dirjenbun Kementrian Pertanian dan seluruh pimpinan PKS untuk membicarakan hal ini," katanya, Jumat (6/5). 

Setelah kebijakan larangan eskpor minyak goreng dan bahan bakunya digulirkan oleh Presiden Jokowi, Samade Jambi mencatat harga sawit petani swadaya mengalami penurunan tajam.

"Kalau petani sawit plasma yang bermitra dengan PKS, harga TBS-nya masih mirip dengan harga penetapan disbun. Yang masalah itu petani swadaya yang tidak bermitra dengan PKS. TBS-nya hanya dihargai antara Rp 1.100 sampai Rp 1.500/kg. Bahkan ada yang Rp 900/kg di pelosok. Itu yang kami permasalahkan, kok beda antara petani plasma dengan swadaya," tandasnya.

Menurutnya, kalaupun memang ada perbedaan harga, seharusnya tidak boleh terlalu jauh dan tetap mengacu pada harga disbun. 

"Disbun menetapkan Rp 3.700/kg dan yang terendah Rp 2.900/kg untuk TM1, sementara di lapangan TBS petani swadaya dihargai Rp 900 sampai Rp 1.500/kg. Bedanya terlalu jauh, kalaupun harga diturunkan PKS, maksimal Rp 500 dari harga disbun," harapnya.

"Pertemuan dengan Gubernur Jambi dijadwalkan pada Kamis 12 Mei 2022 nanti. Semoga ada solusi yang konkrit dari pemerintah ataupun dari PKS sendiri," tambahnya.