Medan, elaeis.co - Sepekan lalu, Asosiasi Petani Kelapa sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-Pir) melakukan ekspor perdana lidi sawit ke negara Cina. Sebanyak 28bton lidi sawit itu diekspor dengan bekerjasama PT Arra Setya Abadi dan didukung BPDP.

Ekspor perdana tersebut dinilai sebagai pintu untuk petani dapat meningkatkan penghasilannya lewat limbah kelapa sawit yakni lidi sawit. Untuk itu, Aspek-Pir kini terus dorong petani memanfaatkan peluang tersebut untuk menambah ekonominya.

"Sebenarnya lidi sawit ini sudah lama kita sosialisasikan nilai ekonominya kepada petani terutama anggota koperasi yang tergabung dalam Aspek-Pir. Bukan hanya di Sumatera Utara saja namun juga di sentra- sentra kelapa sawit lain," ujar Syarifuddin Ketua Aspek-Pir Sumut kepada elaeis.co, Rabu (24/6).

Lanjutnya, bukti hasil sosialisasi tersebut adalah 28 ton yang diekspor tadi. Dimana lidi sawit tersebut merupakan hasil dari jerih payah petani di 7 koperasi dalam mengumpulkannya.

"Lidi sawit itu sebagian berasal dari  Langkat, Deliserdang dan Asahan. Dimana pelaku UMKM-nya kebanyakan pelakunya adalah ibu-ibu," bebernya.

Selama ini, kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum DPP Aspek-Pir itu tidak sedikit petani yang menganggap lidi sawit hanya limbah. Padahal nilai ekonominya tidak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya bukan hanya Cina, ada sejumlah negara yang juga menjadi pengimpor lidi sawit. Seperti India, Pakistan, Vietnam, Nepal bahkan juga Malaysia.

"Semoga ini bisa jadi peluang usaha dan memberikan pendapatan, nilai tambah bagi masyarakat dan petani sawit kita," tandasnya.