Bengkulu, elaeis.co - Perkebunan kelapa sawit telah berkontribusi terhadap perekonomian di Bengkulu. Bahkan sektor ini pada triwulan II 2022 mampu memberikan share terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar 27,86 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Win Rizal mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bengkulu masih ditopang oleh sektor pertanian dan subsektor perkebunan adalah kontributor utamanya.

"Kami meminta kepada pemerintah agar berupaya mengoptimalkan subsektor perkebunan khususnya kelapa sawit agar dapat mendorong kinerja pertanian yang berdampak pada perekonomian daerah," kata Win, kemarin.

Menurutnya, salah satu langkah yang dapat ditempuh pemerintah daerah adalah hilirisasi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas. Hilirisasi tersebut nantinya mampu meningkatkan nilai ekspor kelapa sawit.

"Hilirisasi mampu menciptakan lapangan kerja, menciptakan nilai tambah, meningkatkan devisa, dan membuat neraca perdagangan positif. Kalau kita tidak mendorong kelapa sawit ke hilirisasi, maka value tidak bertambah, oleh karena itu hilirisasi kelapa sawit di Bengkulu harus terus didorong," katanya.

Dia juga mengajak berbagai pihak baik korporasi maupun pemerintah daerah untuk dapat mendorong kemajuan kelapa sawit dengan gencar melakukan promosi dan memasarkan produk yang dihasilkan sehingga dapat mendorong kesejahteraan para petani.
 
"Kalau komoditas ini maju dengan hilirisasi, maka muaranya adalah kesejahteraan petani," tukasnya.

Terpisah, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Bengkulu, Bukhari mengatakan, akselerasi pengembangan kelapa sawit dari hulu ke hilir harus menjadi agenda prioritas.

Pengembangan kawasan perkebunan harus dilakukan secara terpadu melalui peningkatan dan pengembangan infrastruktur pertanian, pemanfaatan inovasi teknologi produksi maju tepat guna, serta pengembangan SDM dan kelembagaan petani untuk meningkatkan produksi, produktivitas, nilai tambah, daya saing, ekspor, investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Ini menjadi fokus kegiatan Kementerian Pertanian pada 2020-2024. Oleh sebab itu, kami juga akan terus mendorong pemda dan perusahaan kelapa sawit di Bengkulu agar bisa melakukan hilirisasi produk kelapa sawit. Ini dilakukan agar sektor kelapa sawit di Bengkulu semakin maju," tutupnya.