Berita / Serba-Serbi /
Bergelar Profesor, Rocky Gerung: Megawati Harus Mengajar
Megawati di depan patung Bung Karno (Antara/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, Elaeis.co - Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri merupakan peristiwa politik. Pasalnya, di balik pengukuhan gelar itu, publik akan berspekulasi bahwa ada tukar tambah yang bernilai politis.
“Sesuatu yang sebenarnya normal, akhirnya membebani dunia ilmiah Indonesia,” ujarnya, seperti dikutip WE Online, Sabtu (12/6).
Rocky menegaskan bahwa usai pengukuhan gelar tersebut, Megawati diharuskan untuk mengajar.
“Nanti Bu Mega harus pindah dari memimpin rapat jadi memimpin bimbingan para mahasiswa. Itulah konsekuensi dari gelar tersebut,” tegasnya.
Jika perannya sebagai dosen tak dijalani, isu muatan politis dari gelar Megawati akan terus beredar di masyarakat.
“Tak cuma Bu Mega, bahkan mungkin petinggi universitasnya dan dari Dikti itu hanya ingin melakukan promosi politik, bukan promosi akademik,” ungkapnya.
Menurut Rocky, pendapatnya bisa menjadi valid. Sebab, Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek Nizam mengucapkan selamat kepada atas pengukuhan Megawati.
Padahal, Nizam sebelumnya diketahui sempat mengatakan bahwa tidak ada gelar profesor kehormatan di perguruan tinggi.
“Gelar guru besar atau dosen tidak tetap itu ajaib. Itulah kekeliruan yang terjadi di Indonesia. Kalau di luar negeri, gelar itu memang ada. Namun, syaratnya sangat banyak, bahkan ada asesor khusus, mungkin sekitar lima orang yang sangat ahli,” papar Rocky.
Salah satunya, gelar profesor kehormatan harus diusulkan oleh pihak luar ke sebuah kampus. “Jadi, bukan pihak dari dalam kampus yang mengusulkan,” ujarnya. Sementara itu, Megawati hanya diusulkan oleh satu orang, yaitu rektor Universitas Pertahanan RI.
Lebih lanjut, filsuf itu mengatakan bahwa gelar profesor di Indonesia seakan-akan adalah barang mewah, padahal itu bukan gelar akademik.
“Orang sekolah itu dapatnya cumas S1, S2, dan S3 saja. Nggak ada orang sekolah untuk dapat gelar profesor. Profesor itu hanya jabatan untuk dosen luar biasa, karena itu disebut guru besar,” katanya.

Komentar Via Facebook :