JAKARTA, elaeis.co - Mengawali bulan Oktober 2024 ini, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) seharusnya bisa rebound atau mental kembali melewati  level yang lebih tinggi, yakni tembus Rp 14.000-an per kilogram (Kg).

Bahkan jika tidak ada penghalang, harga CPO tersebut yang mencapai Rp 14.100-an per Kg, sejatinya bahkan bisa lebih tinggi ketimbang harga CPO periode akhir pekan lalu, Jumat (27/9/2024), yang cuma mencapai Rp 14.004 per Kg.

Lantas, apa sih yang menjadi penghalang kenaikan harga CPO yang sangat mewah dari hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) periode Selasa, 1 Oktober 2024, tersebut?

Dari catatan yang diperoleh elaeis.co terungkap bahwa hasil tender periode awal Oktober 2024 ini berakhir dengan withdraw (WD) atau ketidaksepakatan atas harga yang ditawarkan dalam tender tersebut.

Padahal kalau dihitung-hitung, jika tidak WD, maka harga CPO saat ini bisa dinilai rebound dan naik sebanyak Rp 128 dari harga CPO hasil tender akhir September 2024 yang mencapai Rp 13.978 per Kg 

Withdraw ini terjadi di semua stok CPO yang ditawarkan oleh pihak PT KPBN yang merupakan anak usaha dari Holding PTPN Nusantara selaku operator tender tersebut .

Baik pada Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau, stok CPO milik PT SAN Unit Pelabuhan Belawan di kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Pagar Merbau, Parindu, Long Pinang, hingga Pelaihari.

Bahkan yang tak kalah menarik adalah penawaran untuk stok CPO di Long Pinang dan Pelaihari yang sama-sama berakhir dengan WD, mendapatkan penawaran dengan harga penawaran tertinggi yang sama dari salah satu perusahaan peserta tender.