Bahkan, Gulat mengaku mengalami sendiri sulitnya membangun kemitraan di sebagian kebun yang dimilikinya.
"Saya memiliki beberapa kebun dan tidak semuanya berhasil bermitra. Jadi persoalan ini memang nyata terjadi di lapangan," ujarnya.
Menurut Gulat, apabila seluruh PKS menjalankan kemitraan secara konsisten dengan masyarakat sekitar, maka persoalan pemasaran hasil panen petani dapat lebih mudah diatasi sekaligus memperkuat stabilitas harga TBS.
Ia juga menyoroti pentingnya keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap petani sawit. Menurutnya, berbagai regulasi yang lahir harus mampu menciptakan iklim usaha yang sehat dan mendorong kemitraan yang adil antara petani dan perusahaan.
Selain membahas kemitraan, Gulat menekankan pentingnya program biodiesel B50 sebagai instrumen strategis untuk memperkuat industri sawit nasional. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan serapan produksi sawit domestik sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak lagi menjadikan petani sebagai pihak yang selalu disalahkan dalam berbagai persoalan perkebunan sawit.
"Jangan terus-menerus menyalahkan petani. Yang dibutuhkan sekarang adalah perbaikan tata kelola dan kemitraan yang benar-benar memberikan manfaat bagi petani maupun industri sawit nasional," pungkasnya.
Banyak PKS Diduga Sengaja Hindari Kemitraan, Petani Jadi Korban Harga Murah
Diskusi pembaca untuk berita ini