Jakarta, elaeis.co – Program biodiesel B50 resmi diluncurkan pemerintah dan menjadi babak baru bagi penguatan industri sawit nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai implementasi B50 menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan petani sawit karena diyakini mampu meningkatkan permintaan minyak sawit di dalam negeri, menjaga harga tandan buah segar (TBS), serta memperbesar nilai tambah komoditas perkebunan tersebut.
Peluncuran B50 dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).
Dalam kesempatan itu, Mentan Amran menegaskan bahwa kebijakan pencampuran biodiesel 50 persen berbasis minyak sawit merupakan momentum strategis untuk mempercepat hilirisasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurut Amran, peningkatan pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel akan memperluas pasar domestik sehingga industri sawit tidak hanya bergantung pada pasar ekspor. Kondisi tersebut dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan permintaan tandan buah segar dari petani.
"Program B50 akan semakin memperkuat hilirisasi sawit nasional. Produksi sawit kita terus meningkat, ekspor juga tumbuh, sementara pemanfaatan di dalam negeri melalui biodiesel semakin besar. Artinya, nilai tambah komoditas sawit semakin tinggi dan manfaat ekonominya semakin dirasakan oleh petani," ujar Amran.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan produksi crude palm oil (CPO) Indonesia sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton. Angka tersebut meningkat sekitar 7,3 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 48,16 juta ton.
Di sisi lain, ekspor sawit juga mengalami pertumbuhan dari 29,53 juta ton menjadi 32,34 juta ton. Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya kebutuhan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel di dalam negeri.
B50 Resmi Mengaspal, Mentan Amran Kirim Kabar Besar yang Ditunggu Petani Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini