Pemerintah Mau Bentuk Bursa Sawit, Petani Pertanyakan Niat dan Maksudnya
Beberapa bulan lalu pemerintah berencana akan menghadirkan Bursa Sawit, yang diharapkan menjadi patokan harga crude palm oil (CPO) di dalam negeri.
Sorotan terbaru dari Tag # Niat
Beberapa bulan lalu pemerintah berencana akan menghadirkan Bursa Sawit, yang diharapkan menjadi patokan harga crude palm oil (CPO) di dalam negeri.
Bursa CPO atau Bursa Komoditi yang sebelumnya dijanjikan akan diluncurkan Juni lalu, hingga kini belum juga terealisasi. Tentu program yang digaungkan oleh Menteri Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) itu mendapat sejumlah sorotan dari para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit.
Sejumlah petani karet di Desa Bukit Petaling, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, tiba-tiba memborong bibit sawit. Rupanya mereka berniat menebang semua tanaman karetnya dan menggantinya dengan sawit
Usulan mengikuti program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang diajukan oleh kelompok tani (poktan) di Desa Delima Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau, ditolak oleh Dinas Perkebunan (disbun) Siak. Alasannya, luas lahan yang diajukan untuk replanting kurang
Tekad para petani sawit ini tak tanggung-tanggung. Mereka mau membangun pabrik kelapa sawit (PKS) mini secara swadaya
Harga karet di pabrik di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, rata-rata mencapai Rp 11.500/kg. Cukup menggiurkan. Namun hal itu tak menyurutkan niat Jakpar (45) untuk beralih dari petani karet menjadi petani sawit swadaya
Keinginan kelompok tani (poktan) di Desa Delima Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau, mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun ini tak kesampaian. Usulan yang mereka ajukan ditolak
Suwono seolah kehabisan kata-kata saat didatangi rombongan dari Polres