Babel, elaeis.co - Berdirinya pabrik kelapa sawit (PKS) mini milik petani kelapa sawit di Bangka Induk, Provinsi Bangka Belitung (Babel), diklaim sangat membantu petani kelapa sawit di wilayah tersebut. 

Antara lain,  hadirnya PKS itu membuat harga kelapa sawit milik petani swadaya di wilayah itu menjadi stabil. Meski tidak mengikuti harga penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) setempat.

"Saat ini harganya masih berkisar Rp2.000/kg. Namun dengan adanya PKS mini itu harga tidak dipotong dengan biaya angkut lantaran jarak yang dekat tadi," ujar Ketua DPW Apkasindo Babel, Sahurudin, usai berkunjung ke PKS tersebut.

Kendati begitu, PKS tersebut belum berjalan maksimal. Karena kapasitasnya maksimal hanya 6-9 ton/hari. Sehingga belum dapat menerima kelapa sawit petani dengan skala besar.

Cerita Sahurudin, PKS ini berdiri dengan dimodali oleh beberapa orang petani. "Awalnya dulu ada kerja sama dengan pemerintah provinsi Babel, namun lantaran dana yang dijanjikan tidak kunjung turun, maka diambil alih oleh tiga orang petani yang juga masih tergabung dalam Apkasindo," bebernya kepada elaeis.co, Selasa (29/8).

Bukan hanya satu, kata Sahurudin, sebenarnya sudah ada 3 PKS mini yang berdiri di Babel. Namun dua di antaranya belum dapat beroperasi lantaran beberapa kendala. Seperti mesin pengolahan yang belum siap dan letak PKS yang sangat dekat dengan PKS milik perusahaan.

"Rencana ke depan memang akan kita maksimalkan operasional PKS ini. Bahkan akan dapat penambahan di beberapa titik, sebab ada permintaan CPO yang cukup besar. Bahkan mau menampung hingga 200 ton/bulan," tuturnya kepada elaeis.co.

Perihal ini menjadi fokus pihaknya lantaran bahan baku yakni produksi kelapa sawit di Babel siap untuk mendukung operasional PKS mini tersebut.

"Harapan kita, mudah-mudahan ada dukungan dari pemerintah setempat untuk mengelola PKS mini itu sendiri. Terutama terkait penanaman modal yang mensuport operasional PKS mini tersebut," tandasnya.