Bengkulu, elaeis.co - Minat baca buku di kalangan petani sawit di Provinsi Bengkulu sangat rendah. Meskipun pemerintah sudah menyediakan perpustakaan desa, sedikit sekali petani sawit yang mengunjunginya untuk membaca buku.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi, mengaku prihatin karena banyak petani sawit malas membaca buku. "Minat petani sawit untuk membaca buku sangat rendah, bahkan mereka menganggap tidak perlu membaca buku. Padahal, dengan membaca buku, mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit mereka," katanya, Rabu (4/10).
Data yang dikumpulkan oleh dinas tersebut menunjukkan bahwa saat ini sudah banyak perpustakaan desa yang memiliki koleksi buku yang berguna bagi petani sawit. Seperti panduan budi daya yang baik dan buku-buku tentang manajemen kebun sawit.
"Tapi dari laporan yang kami terima, sangat sedikit pengunjung perpustakaan desa yang bekerja sebagai petani sawit. Rata-rata adalah pelajar, padahal banyak buku yang berkaitan tentang budi daya sawit," sesalnya.
Sebagai contoh, di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, perpustakaan desa telah membeli berbagai buku yang berkaitan dengan pertanian dan budi daya kelapa sawit. "Namun, kunjungan petani sawit ke perpustakaan tersebut hampir tidak pernah terjadi," ungkapnya.
"Kami berharap petani bisa lebih aktif membaca, karena ini dapat membantu mereka meningkatkan produksi kelapa sawit," tambahnya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu telah berusaha untuk meningkatkan kesadaran dan minat membaca buku di kalangan petani sawit dengan mengadakan sosialisasi di desa-desa.
"Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah sulitnya untuk mengubah pola pikir sebagian petani. Padahal kita berharap petani dapat menyadari bahwa membaca buku dapat menjadi investasi berharga untuk kemajuan usaha mereka," pungkasnya.
Minat Baca Buku Petani Sawit di Bengkulu Sangat Rendah
Diskusi pembaca untuk berita ini