Khusus untuk Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) subsektor Perkebunan Rakyat, juga naik sebesar 2,84 persen. Hal ini dikarenakan kenaikan yang dialami It sebesar 3,60 persen, lebih tinggi dari kenaikan Ib sebesar 0,74 persen. Naiknya It di NTPR disebabkan karena naiknya harga komoditas dari kelompok tanaman perkebunan rakyat, khususnya karet, kelapa sawit dan
kopi.

"Ib yang mengalami kenaikan sebesar 0,74 persen disebabkan karena naiknya indeks kelompok pengeluaran rumah tangga sebesar 0,87 persen dan kenaikan kelompok BPPBM sebesar 0,14 persen," tandasnya.