Nilai ekspor produk sawit pada Mei 2026 mencapai US$2,49 miliar, turun dari US$3,38 miliar pada April 
atau sebesar -26,3%. Rata-rata harga CPO CIF Rotterdam pada bulan Mei US$ 1.453/ton lebih rendah dari harga rata-rata bulan April sebesar US$ 1.566 (-7,2%). 

Secara kumulatif Januari-Mei 2026, nilai ekspor mencapai US$15,526 miliar, lebih tinggi 13,82% dari tahun 2025 sebesar $ 13,641 milliar. Rata-rata harga CPO Cif Rotterdam selama Januari-Mei 2026 tercatat US$1.417 per ton, lebih tinggi 
dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun 2025 sebesar US$1.186 per ton.

Menurut negara tujuannya, penurunan ekspor pada Mei dibandingkan April antara lain terjadi untuk tujuan China sebesar 164 ribu ton (-30%), India sebesar 124 ribu ton (-60%), Afrika sebesar 140 ribu ton (-36%), EU sebesar 26 ribu ton (-5%), USA sebesar 78 ribu ton (-37%), Malaysia sebesar 49 ribu ton (-36%). 

"Sementara kenaikan ekspor terjadi pada tujuan Russia sebesar 86 ribu ton (+216%)," ujarnya. 

Namun apabila dihitung secara kumulatif selama periode Januari-Mei, ekspor ke China 46% atau lebih tinggi dari tahun 2025. Begitu juga ke India 3% lebih tinggi dari 2025, Afrika 14% lebih tinggi dari 3025 dan EU 3% juga lebih tinggi dari 2025.

"Namun sebaliknya ke USA 8% atau lebih rendah dari tahun 2025. Dengan stok awal tahun sebesar 2.068 ribu ton, total produksi Januari-Mei 2026 sebesar 25.013 ribu ton, total konsumsi dalam negeri sebesar 10.743 ribu ton, total ekspor sebesar 13.320 ribu ton, serta impor sebesar 24 ribu ton, maka stok akhir Mei 2026 tercatat sebesar 3.042 ribu ton," pungkasnya.