Cuil kehebohan itu menusuk jantung birokrasi dalam ihwal “pengadaan” kenderaan listrik di instansi Pemerintahan Pusat maupun Daerah. Siapkah infrastruktur pengisian daya listrik di tempat umum? Atau mengandalkan daya listrik kantor dan domestik per seorangan ketika kenderaan listrik telah diproklamir sebagai kenderaan masa depan kepada bangsa ini?

Bagaimana ratio kehancuran lingkungan atau paling tidak perubahan iklim mondial disebabkan perilaku kamuflase penuh liur aforisme lunak, sementara tak ada upaya mengubah sumber energi yang digunakan unit pembangkit listrik dari sumber tak ramah lingkungan dan tak memenuhi kehendak pembangunan berkelanjutan dan keberlanjutan
energi? 

Kita tengah berjalan di tengah lorong ‘ilusi niscaya’ yang memabukkan. Dia semacam sangkar imajiner, ya sebuah realitas ilusi di atas ilusi yang kemudian berubah maujud menjadi ‘ilusi niscaya’, mengikut Durkheim. Di sini, green energy; sebuah ‘ilusi niscaya’.

Baca juga: Gorbachev

Kondensasi dan perpindahan kata Freud. Ooh ya... dia setara dengan pilihan Jakobson: “metafora” dan “metonimia”. Bagi Jakobson, metafora sebagai ikhtiar mengganti satu kata dengan kata lain [kompor gas dengan kompor induksi]. 

Selanjutnya metonimia ialah ‘hubungan kata per kata’ [kesinambungan kata: gas dan induski]. Dua ‘desa’ bahasa ini sebagai ‘keberadaan ketidak-sadaran’ dalam bahasa dengan pengaruh yang diakibatkan oleh metafora dan metonimia.