https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Petani Sawit Teluk Sepang Kantongi Rp20 Juta di Luar TBS

Petani Sawit Teluk Sepang Kantongi Rp20 Juta di Luar TBS

Seekor sapi tengah ngerumput di kebun sawit warga Kelurahan Teluk Sepang.


Bengkulu, elaeis.co - Petani sawit di Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu rata-rata untung Rp20 juta diluar dari penjualan tandan buah segar (TBS) karena program integrasi kebun sawit dan sapi.

"Untuk memelihara sapi saja saya sudah untung Rp20 juta, belum lagi hasil penjualan TBS sawit," kata Fajri, petani sawit di Kelurahan Teluk Sepang kepada elaeis.co, kemarin.

Menurut pria 54 tahun ini, memelihara sapi di areal perkebunan tidak rugi. Sebab setiap tahun harga sapi selalu naik. Bahkan pada tahun ini, harga sapi di daerah Bengkulu mencapai Rp20-Rp25 juta per ekor. 

"Ini menguntungkan karena setiap tahun harga sapi terus naik," ujar Fajri.

Fajri mengaku, sangat gampang memelihara sapi dalam kebun. Apalagi tidak perlu menggunakan jasa tukang potong rumput. Sebab rumput di kebun sudah banyak untuk pakan ternak.

"Jadi, bisa hemat Rp40 ribu setiap bulan untuk pakan sapi. Sebab sapi-sapi langsung ngerumput di kebun," ujarnya.

Fajri juga berharap penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang beberapa ternak di Bengkulu tidak sampai menyerang sapi miliknya. Sebab jika itu terjadi dipastikan dirinya akan rugi.

"Saya harap tidak menyerang sapi-sapi disini, karena kami bisa rugi kalau itu terjadi," pungkasnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :