Bengkulu, Elaeis.co - Pabrik minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) milik PT Kuala Gunung Sejahtera (KGS) di Desa Ulak Pandan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mengalami gangguan serius dalam operasionalnya. Petani sawit plasma dari Koperasi Graha Mitra Selaras (GMS) memblokir akses jalan menuju pabrik sebagai bentuk protes atas tuntutan yang belum dipenuhi oleh PT KGS.
Menurut Ketua Koperasi GMS, Ahyatul Khair SE, pemblokiran dilakukan karena PT KGS tidak memenuhi tuntutan petani plasma terkait bagi hasil lahan dan pembayaran angsuran kredit kepada bank.
"Kami telah melakukan berbagai upaya, namun tidak ada tanggapan dari PT KGS," ujar Ahyatul, Kamis 4 April 2024.
Baca Juga: Alamak! Produksi TBS Kelapa Sawit di Bengkulu Turun 15 Ribu Ton
Selain itu, pemblokiran jalan juga dilakukan karena lahan tersebut merupakan milik petani plasma. Sehingga selama PT KGS tidak bisa memenuhi tuntutan petani plasma maka jalan tersebut akan terus diblokir.
"Kami akan terus memblokir jalan sampai tuntutan kami dipenuhi oleh PT KGS," tutupnya.
Sementara itu, Kapolres Kaur, AKBP H Eko Budiman SIK MIK MSi mengimbau, kedua belah pihak untuk tetap kondusif dan menemukan solusi yang adil.
"Kedua belah pihak diharapkan saling menghargai dan menyelesaikan masalah ini dengan cepat," kata Eko.
Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Pupuk Kimia Sulit Diperoleh Petani Kelapa Sawit di Bengkulu
Kuasa hukum Koperasi GMS, Sopyan Siregar SH MKn, menjelaskan bahwa tindakan penutupan jalan dilakukan sebagai upaya terakhir karena tidak ada penyelesaian yang diberikan oleh PT KGS.
"Sebelumnya, Koperasi GMS telah mengirim surat kepada PT KGS untuk menegaskan penutupan akses jalan sesuai dengan surat nomor 008/SS.S/III/2024. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpuasan atas ketidakadilan dalam pembagian hasil dan pembayaran kredit," kata Sopyan.
Pihak KGS belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan yang diajukan oleh Koperasi GMS. Namun, situasi tersebut telah menimbulkan dampak serius terhadap operasional pabrik dan kegiatan ekonomi di sekitarnya.
Petani Sawit Blokir Akses Jalan Menuju Pabrik CPO di Bengkulu
Diskusi pembaca untuk berita ini