Berita / Serba-Serbi /
Peringati Hakordia, Warga Diajak Bersatu Lawan Korupsi
Jajaran Kejari Indragiri Hulu, Riau, saat melakukan penempelan dan pembagian stiker bagi pengguna jalan lintas timur. Foto: Ist.
Rengat, elaeis.co - Korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang bisa menghancurkan kehidupan bangsa dan negara. Korupsi juga merupakan kejahatan serius yang bisa terjadi di mana saja.
Mengingat begitu berbahayanya ancaman korupsi, maka dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawannya. Ajakan itu disampaikan lewat pembagian stiker di Bundaran Patin, Kelurahan Pematang Reba, Jumat (9/12).
Ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut para kepala seksi Kejari Inhu seperti Eliksander Siagian SH, Arico Novi Syahputra SH, dan Gali Aziz SH. Para jaksa fungsional dan seluruh tenaga honorer di Kejari Inhu juga turun bersama-sama ke Bundaran Patin.
Kepala Kejaksaan Negeri Inhu, Romiyasi SH, mengatakan, menempelkan dan membagikan stiker kepada pengendara yang melintas adalah upaya edukasi sekaligus membangun kesadaran semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.
"Upaya pemberantasan korupsi dilakukan dengan strategi trisula. Tiga tindakan tajam dijalankan sebagai senjata, yakni penindakan, pencegahan, dan pendidikan. Nah, pendidikan ini memberi penekanan agar kita semua menyadari bahaya korupsi," jelasnya kepada elaeis.co.
Menurutnya, jika semua elemen bersatu melawan korupsi, maka perekonomian Indonesia bisa pulih lebih cepat. "Untuk merealisasikan peningkatan produktivitas serta transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pemerintah tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak," sebutnya.
"Mari kita sukseskan program prioritas dan mengimplementasi peta jalan pemberantasan korupsi untuk mengantarkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia," imbuhnya.







Komentar Via Facebook :