Berita / Kalimantan /
Pembangunan Pabrik CPO Dimulai, Peringatan agar Pabrik Lain Tak Mainkan Harga Sawit
Peletakan batu pertama pembangunan pabrik kelapa sawit PT Muara Teweh Agro Jaya Utama di Desa Bintang Ninggi. foto: ist.
Muara Teweh, elaeis.co - Bupati Barito Utara (barut), Provinsi Kalimantan Tengah, Nadalsyah, melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) milik PT Muara Teweh Agro Jaya Utama (MAJU) di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Tengah, Senin (11/9).
Kehadiran pabrik CPO baru ini tentu menjadi kabar gembira bagi petani kelapa sawit di Barito Utara. “Semoga dengan adanya pabrik PT MAJU ini, maka harga beli sawit di Barut sebanding dengan harga di tingkat regional Kalimantan,” kata Nadalsyah.
Menurutnya, Kabupaten Barut memiliki perkebunan sawit mencapai 2.708,26 Km2. "Sekitar 32,63 persen dari luas wilayah Kabupaten Barito Utara adalah perkebunan kelapa sawit. Oleh sebab itulah saya atas nama masyarakat dan pemerintah daerah menyambut baik atas investasi yang dilakukan oleh PT MAJU di Kabupaten Barito Utara untuk membangun pabrik pengolahan kelapa sawit,” tukasnya.
Dia yakin kehadiran pabrik baru akan memperketat persaingan bisnis di daerah itu. Dia meminta pabrik sawit ini nantinya menampung hasil panen petani kelapa sawit setempat sebanyak-banyaknya sehingga roda perekonomian di daerah ini akan semakin tumbuh pesat.
"Ini semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Barito Utara. Dengan adanya pabrik sawit PT MAJU ini nantinya, pabrik-pabrik yang lain tidak seenaknya menekan harga sawit petani,” katanya.
"Selama ini petani sawit pasrah harga diatur oleh perusahaan atau pabrik. Tapi dengan adanya pabrik ini nanti, diharapkan harga dapat seimbang," sambungnya.
Dia juga berpesan agar PT MAJU merekrut tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya. “Saya titip masyarakat saya kepada pihak manajemen PT MAJU khususnya Bintang Ninggi I dan Bintang Ninggi II. Kalau mereka melamar kerja sesuai dengan keeterampilannya, tolong dibantu dan diterima bekerja,” pesannya.
Dia mengajak semua stakeholder, termasuk BUMN, BUMD, swasta, dan perbankan terus melakukan inovasi agar ke depannya Kabupaten Barut semakin maju.
“Kita berharap lebih banyak lagi investor yang masuk. Tidak hanya sawit, tapi juga pabrik pengolahan karet mengingat potensi perkebunan karet yang ada di Kabupaten Barut serta daerah aliran sungai Barito lumayan banyak,” ucapnya.
Direktur Utama PT MAJU, Nurman Muliadi mengatakan, pembangunan pabrik kelapa sawit ini dilakukan di lahan seluas sekitar 50 hektar. "Posisinya hanya beberapa ratus meter dari Sungai Barito, ini akan memudahkan pengangkutan melalui sungai," jelasnya.







Komentar Via Facebook :