Berita / Sumatera /

Pabrik Minyak Goreng Tak Terealisasi, Petani Sawit di Bengkulu Sebut Pemerintah Pembohong

Pabrik Minyak Goreng Tak Terealisasi, Petani Sawit di Bengkulu Sebut Pemerintah Pembohong

Pabrik Kelapa Sawit di Bengkulu. Foto: Doc Elaeis.


Bengkulu, Elaeis.co - Petani Kelapa Sawit di Provinsi Bengkulu menyebut Pemerintah Pusat dan Daerah pembohong, sebab hingga saat ini mereka belum juga merealisasikan pembangunan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) menjadi minyak goreng. Padahal, pabrik tersebut dijanjikan untuk dibangun pada tahun 2023 dan dibiayai melalui dana hibah dari pemerintah pusat. 

Salah satu petani kelapa sawit di Desa Pondok Kandang, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Iskandar mengatakan, Pemerintah Pusat dan Daerah tidak bisa dipercaya karena telah membohongi ribuan petani kelapa sawit di Bengkulu. Karena pabrik minyak goreng yang mereka janjikan hingga saat ini belum juga terealisasi.
"Janjinya mau dirikan pabrik minyak goreng, sampai detik ini belum ada kami tengok," kata Iskandar, Rabu 3 April 2024.

Baca Juga: Petani Mencium Ketidaktransparanan Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit di Bengkulu

Padahal menurut Iskandar, pembangunan pabrik minyak goreng sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Bengkulu. Oleh sebab itu, pemerintah harus segera merealisasikan pembangunan pabrik pengolahan CPO menjadi minyak goreng.
"Kami berharap pemerintah dapat segera merealisasikan janjinya untuk membangun pabrik pengolahan CPO menjadi minyak goreng di Bengkulu. Sebab, hal ini akan sangat membantu kami para petani dalam meningkatkan hasil panen dan pendapatan," kata Iskandar.

Baca Juga: Dituding Menetapkan Harga TBS Kelapa Sawit Tanpa Dasar Perhitungan, Ini Jawaban Pemprov Bengkulu

Menanggapi hal itu, Asisten II Pemprov Bengkulu, RA Denni mengatakan, pihaknya memang belum melakukan pembangunan pabrik pengolahan CPO menjadi minyak goreng. Namun, mereka saat ini sedang berupaya mencari solusi agar pembangunan pabrik tersebut dapat segera terealisasi.
"Kita sedang mencari solusi untuk mengatasi kendala tersebut salah satunya dengan menggandeng investor. Kita juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi yang tepat," ujar Denni.

Sementara itu, GM PT Pelindo II Cabang Bengkulu, A Joko mengatakan, telah menyiapkan lahan untuk membangun hilirisasi sawit menjadi minyak goreng. Namun, hingga saat ini belum ada investor yang berminat menyewa lahan milik Pelindo tersebut.
"Kemarin sudah ada yang berminat, tapi masih mikir-mikir jadi masih kita tunggu," kata Joko.

Proyek hilirisasi sawit menjadi minyak goreng diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi penghasilan petani sawit di Bengkulu. Selain itu, proyek ini juga akan membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini.
"Kami berharap ini bisa membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.


 

Komentar Via Facebook :