Berita / Sumatera /
Nelayan di Koto Gasib Mulai Bergairah Melaut karena Ini...
Siak, Elaeis.co - Berkat bantuan PT Kimia Tirta Utama (KTU), Kelompok nelayan Usaha Bersama Berkah di Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau kini punya alat perangkap ikan yang mumpuni.
Sebanyak enam perangkap ikan jenis Bubu dengan tiga ukuran kecil dan tiga ukuran besar disumbangkan kepada kelompok nelayan dengan maksud dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan mereka.
Ketua kelompok nelayan Usaha Bersama Berkah, Suyono merasa senang atas bantuan itu, sebab para nelayan tak lagi sulit menjerat ikan di sungai sehingga hasilnya akan lebih maksimal.
"Sebelumnya kami pakai lukah kecil yang seadanya. Alhamdulillah ini dapat bantuan Bubu yang lebih bagus, mudah-mudahan hasil tangkapannya jadi banyak," kata Suryono kepada Elaeis.co, Minggu (11/4).
Suyono bersama nelayan lainnya sehari-hari menangkap ikan di Sungai Kuala Gasib. Jenis ikan yang sering didapatnya berupa Baung, Selais, Toman, Lele, Patin dan Tapah.
Sebelumnya, dalam seminggu, mereka hanya dapat menangkap ikan berkisar 10-20 kg per orang, dan hasilnya dijual ke pasar tradisional di Perawang.
"Harapan kita, nantinya dengan sudah adanya alat ini, hasil tangkapan bisa di atas 40 Kg dalam seminggu," kata dia.
Asisten CSR PT KTU, Slamet Riyadi mengatakan bantuan alat perangkap ikan ini sudah sesuai dengan permintaan nelayan setempat. Bahkan, agar benar-benar sesuai, pembuatan bubu itu juga dikerjakan sendiri oleh kelompok nelayan.
"Jadi kami membantu menyediakan materialnya. Untuk bentuk dan model nelayan yang buat sesuai seleranya," kata Slamet.
Menurut Slamet, melihat kondisi peralatan yang dimiliki kelompok nelayan masih minim, perusahaan sangat respon terhadap hal demikian dalam rangka membantu nelayan meningkatkan hasil ikannya.
"Diharapkan bantuan ini bisa meningkatkan perekonomian mereka pula," katanya.
Selain bantuan alat perangkap ikan, PT KTU dalam waktu dekat juga berencana membantu pengadaan drum plastik bagi nelayan, yang akan dimodifikasi oleh nelayan untuk dijadikan sampan.
Sementara, Administrator PT KTU Hubbal K Sembiring menambahkan, bantuan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan grup Astra Agro Lestari dalam mencegah karhutla. Menurutnya, bekerjasama dengan nelayan sangat efektif dalam mengantisipasi terjadi karhutla di areal sempadan sungai.
"Nelayan bukan hanya menangkap ikan saja tapi kami membangun sinergi agar mereka ikut berpartisipasi menjaga dan melestarikan daerah aliran sungai. Kalau ada api di sekitar itu, nelayan yang membantu memadamkannya," katanya.







Komentar Via Facebook :