Makassar, elaeis.co - Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan Indonesia punya target tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar -140 juta ton CO2e pada 2030 mendatang.
"Makanya Indonesia mendukung net zero emission sektor kehutanan, dan guna memenuhi NDC yang menjadi kewajiban nasional Indonesia sebagai kontribusi bagi agenda perubahan iklim global, dengan memperhatikan visi Indonesia yang lebih ambisius dalam dokumen LTS-LCCR 2050," katanya.
Hanif mengatakan itu dalam rangkaian kegiatan workshop bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar Senin (27/2) dan Selasa (28/7). Workshop bertujuan untuk menyusun Rencana Kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Sub Nasional Sulsel. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam akselerasi implementasi pengendalian perubahan iklim dari tingkat tapak.
“Dasar pijakan utama dari Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 adalah sustainable forest management atau pengelolaan hutan lestari, environmental governance atau tata kelola lingkungan, dan carbon governance atau tata kelola karbon,” tambah Hanif melalui siaran pers KLHK, Rabu (1/3).
Lebih lanjut, Hanif menyebutkan bahwa FOLU Net Sink 2030 dapat dicapai melalui 15 aksi mitigasi sektor FOLU, yaitu: Pengurangan laju deforestasi lahan mineral; Pengurangan laju deforestasi lahan gambut; Pengurangan laju degradasi hutan lahan mineral; Pengurangan laju degradasi hutan lahan gambut; dan Pembangunan hutan tanaman.
Selanjutnya, menurut Hanif, Sustainable forest management; Rehabilitasi dengan rotasi; Rehabilitasi non rotasi; Restorasi gambut; Perbaikan tata air gambut; Konservasi keanekaragaman hayati; Perhutanan sosial; Introduksi replikasi ekosistem, ruang terbuka hijau dan ekoriparian; Pengembangan dan konsolidasi hutan adat; dan Pengawasan dan law enforcement dalam mendukung perlindungan dan pengamanan kawasan hutan.
Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai melalui penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan dengan kondisi dimana tingkat serapan sama atau lebih tinggi dari tingkat emisi. Program ini menjadi panduan Indonesia dalam melakukan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim serta juga merupakan bagian dari aspirasi Indonesia menuju Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) pada 2050.
Ini Target Indonesia dalam Pencapaian Tingkat Emisi Gas Rumah Kaca
Diskusi pembaca untuk berita ini