Jakarta, elaeis.co – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diproyeksikan memiliki prospek positif pada semester II-2026. Sejumlah katalis diperkirakan mampu mendorong harga CPO bergerak lebih konstruktif, dengan kecenderungan bullish.
Research and Development ICDX, Girta Yoga, dalam keterangannya mengatakan harga CPO pada semester II-2026 diperkirakan bergerak dalam kisaran 4.400-4.800 Ringgit Malaysia per ton.
Baca Juga: Harga CPO Naik 0,73 Persen Sepekan, Sinyal Positif untuk Pasar
Menurutnya, prospek harga CPO pada paruh kedua tahun ini dinilai lebih positif dibandingkan semester I-2026. Kondisi tersebut didukung oleh sejumlah faktor, terutama potensi gangguan pasokan akibat kondisi cuaca.
"El Nino menjadi salah satu katalis yang perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi produksi sawit," ujaII-2026, Senin (10/8).
Baca Juga: Mengungkap Tabir Transaksi 'Bawah Meja' PT KTU dengan Yayasan Islamic Center Siak
Ia menjelaskan, kondisi cuaca memiliki peran penting terhadap produktivitas perkebunan sawit. Jika produksi terganggu, pasokan minyak sawit global berpotensi ikut terdampak dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga.
Selain faktor pasokan, sisi permintaan juga berpotensi menjadi penggerak harga CPO pada semester II-2026.
Girta melihat permintaan dari India dapat memberikan sentimen positif bagi pasar minyak nabati global. Hal ini terutama didorong oleh rangkaian festival di India yang berlangsung pada Agustus hingga November.
Periode tersebut secara historis dapat meningkatkan konsumsi minyak nabati sehingga berpotensi mendorong permintaan terhadap CPO.
"Dengan kombinasi potensi gangguan pasokan dan meningkatnya permintaan musiman, harga CPO pada paruh kedua tahun ini dinilai memiliki ruang untuk bergerak lebih konstruktif," jelasnya.
Harga CPO Semester II 2026 Diprediksi Bullish, Ini Pemicunya
Diskusi pembaca untuk berita ini