Meulaboh, elaeis.co - Fakultas Pertanian (FP) Universitas Teuku Umar (UTU), perguruan tinggi negeri di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, memperkuat kerjasama dengan tiga perusahaan kelapa sawit besar untuk mengembangkan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Penguatan kerjasama itu dilakukan dengan mengunjungi langsung lokasi perkebunan. Kunjungan pertama dilakukan ke PT Socfindo Seunagan di Kabupaten Nagan Raya, disusul dengan kunjungan ke PT Fajar Baizuri and Brother di Kabupaten Nagan Raya, dan terakhir ke PT Agro Sinergi Nusantara di Kabupaten Aceh Barat.
Dipimpin oleh Dekan FP UTU, Rusdi Faizin, tim UTU yang terdiri dari Wakil Dekan, Ketua Program Studi Agroteknologi, Sekretaris Program Studi Agribisnis dan Asesor serta Tim Tempat Uji Kompetensi (TUK) Bidang Asisten Kebun Kelapa Sawit LSP UTU berdiskusi mengenai pembaruan Memorandum of Agreement (MoA) dan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) antara FP UTU dan perusahaan kelapa sawit.
"Pembaruan ini bertujuan agar kerjasama yang sudah berjalan tetap relevan dan memberikan manfaat optimal bagi kedua belah pihak. Selain itu, FP UTU mengundang perusahaan kelapa sawit untuk berperan serta dalam penyusunan kurikulum program studi, guna memastikan bahwa materi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan industri," kata Rusdi Faizin dalam rilis media dikutip Minggu (21/7).
Dalam kunjungan tersebut, juga dipaparkan rencana pengembangan area produksi magot di FP UTU. Dukungan bahan baku produksi magot dari limbah sawit sangat dibutuhkan untuk merealisasikan proyek ini. Potensi kerjasama dalam pengelolaan limbah sawit juga menjadi topik diskusi yang penting.
FP UTU telah membuka TUK Skema Nasional Bidang Asisten Kebun Kelapa Sawit di bawah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP UTU). Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung lulusan memiliki kompetensi terhadap bidang spesifik sehingga dapat meningkatkan penyerapan alumni UTU sebagai tenaga kerja profesional di perusahaan kelapa sawit, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi industri.
Laboratorium Geographic Information System (GIS) FP UTU juga dibahas sebagai fokus kerjasama. Laboratorium ini dapat menyediakan berbagai layanan teknologi dan data yang mendukung penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), serta regulasi parlemen dan Dewan Uni Eropa 2023/1115 dari 31 Mei 2023. Pemanfaatan laboratorium ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kepatuhan perusahaan kelapa sawit terhadap regulasi yang berlaku.
Selama kunjungan, pimpinan atau perwakilan perusahaan kelapa sawit menyambut baik terhadap inisiatif yang diajukan oleh FP UTU. Diskusi lebih lanjut akan dilakukan untuk merinci peran perusahaan dalam berbagai inisiatif ini.
Kunjungan ini juga merupakan bagian dari persiapan UTU yang sedang bertransisi dari satker menuju Badan Layanan Umum (BLU). Hal ini menunjukkan komitmen FP UTU untuk menjalin kerjasama strategis dengan industri kelapa sawit dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan keberlanjutan sektor pertanian.
"Dukungan perusahaan kelapa sawit dalam berbagai inisiatif ini diharapkan dapat membantu FP UTU dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri kelapa sawit di masa depan," tutupnya.
FP UTU Gandeng Perusahaan Sawit Siapkan Lulusan Sesuai Kebutuhan Industri
Diskusi pembaca untuk berita ini