Papua, elaeis.co - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Provinsi Papua Pdt Alberth Yoku mengakui pengelolaan dan pengembangan kelapa sawit di daerah itu dihadapkan persoalan sulitnya mendapatkan bibit berkualitas.

"Persoalan itu sudah sejak lama, dan sampai saat ini belum ada solusi yang komprehensif," kata Albert kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Rabu (16/3).

"Kalau dulu kami memesan bibit sawit berkualitas sampai ke Sumatera sana," ungkap Alberth. Tapi belakangan, sambungnya, sudah sedikit maju dengan hanya memesan kecambahnya, untuk kemudian dilakukan pembibitan di Papua.

Alberth tak mau mengomentari soal rencana pemerintah yang akan meluncurkan bank benih perkebunan (BaBe-Bun). "Setahu saya untuk program itu tidak termasuk bibit sawit," ungkapnya.

Yang Alberth tahu, sejauh ini pengadaan bibit sawit berkualitas  masih tetap menjadi persoalan dalam pengelolaan dan pengembangan perkebunan kelapa sawit di Papua.

"Kami sudah sejak lama meminta ke pemerintah agar persoalan seperti ini ada solusinyo," ungkap Alberth.

Kalau pun belum dibuatkan pembibitan di Papua, tambahnya, diharapkan Papua mendapat prioritas dalam pengadaan bibit sawit berkualitas.

"Agar cost tinggi yang selama ini ditanggung petani dengan mendatangkan bibit berkualitas dari luar bisa ditekan," ungkapnya.