Jambi, elaeis.co – Jadi komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, sawit terus menjadi sasaran kampanye negatif. Menyikapi hal ini, Dermawan Harry Oetomo, salah satu pengurus DPP Apkasindo, mengajak semua pihak memandang lebih jernih terhadap sawit.

Menurutnya, di balik semua tuduhan seperti deforestasi dan dampak lingkungan lainnya, ada fakta yang tidak dapat diabaikan. Sawit adalah salah satu penyumbang devisa negara terbesar dan memberikan lapangan pekerjaan bagi jutaan orang bahkan di luar negeri.

“Sawit turut memberikan dampak sosial yang besar dengan menciptakan lebih dari 4 juta lapangan pekerjaan bagi petani kelapa sawit,” katanya kepada elaeis.co, Sabtu (4/1).

“Selain peran vital dalam perekonomian Indonesia, sawit juga penting dalam mendukung ketahanan energi. Minyak sawit merupakan bahan baku biodiesel yang dapat mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Dengan mandatori biodiesel B-35 dan B-40, Indonesia berpotensi menghemat antara Rp 80 hingga Rp 100 triliun dari pembelian solar impor,” sambungnya.

Diakuinya, perdebatan tentang dampak lingkungan dari industri sawit tidak bisa diabaikan begitu saja. Isu deforestasi, hilangnya plasma nutfah, dan emisi gas karbon, seringkali menjadi sorotan. Tetapi jika dilihat dari sisi agronomi, menurutnya, sawit adalah tanaman yang memiliki manfaat besar. Bahkan limbahnya bisa bermanfaat lewat pengelolaan yang baik.

Limbah pelepah sawit, misalnya, bisa terurai menjadi bahan organik atau diolah menjadi kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah. Karena itu, lanjutnya, tantangan dalam menjaga keberlanjutan sawit seharusnya lebih fokus pada tata kelola yang baik dan berkeadilan, serta kepatuhan pada prinsip-prinsip keberlanjutan.

"Tak bisa dipungkiri sawit adalah salah satu sektor yang memiliki multiplier effect atau dampak berlapis. Baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Dalam rangka mendukung keberlanjutan industri sawit, seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan bisa bekerja sama untuk menjaga kelestarian tanaman ini sambil meminimalkan dampak negatifnya," imbuhnya 

Harry menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemda dan aparat keamanan menjaga sawit semakin memperkuat posisi sawit sebagai sektor strategis nasional.

"Sektor perkebunan sawit tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi identitas bangsa Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, sudah saatnya seluruh elemen bangsa berpadu untuk menjaga dan melindungi sawit dengan prinsip keberlanjutan yang berbasis pada kompetensi dan intelektual. Sawit adalah kita, dunia ikut menikmati," tandasnya.