Berita / Internasional /
Demi Pemulihan Rupee, Para Importir India Lakukan Ini
Ilustrasi-Rupee. Foto: Reuters
Jakarta, elaeis.co - Pemerintah India terus membuat kebijakan untuk pemulihan mata uang Rupee di negara tersebut.
Para importir pun harus memanfaatkan pemulihan rupee terhadap dolar untuk melindungi kewajiban mereka yang jatuh tempo pada tahun ini.
Rupee naik USD 83,29 menjadi USD 82,3250 pekan lalu dibanding sesi sebelumnya USD82,7250.
"Sebetulnya hal ini masuk akal bagi para importir untuk memanfaatkan penurunan ini (dalam pasangan USD/INR) dan meningkatkan proporsi nilai mereka," kata rekan penjualan valas di Bank Sektor Swasta yang berbasis di Mumbai dikutip dari Reuters.
Bankir ini pun menyarankan setidaknya para importir harus memesan sebagian besar barang hingga Desember 2022. Sebab, ancaman harga minyak, defisit perdagangan India yang tinggi, dan tantangan aliran modal menunjukkan bahwa prospek rupee nantinya tetap lemah.
Sementara, Kunal Kurani, Wakil Presiden Asosiasi di Mecklai Financial, cenderung merekomendasikan kepada para importir untuk membeli dolar pada level saat ini. Kendati begitu ia menyarankan untuk menunggu dan melihat bagaimana mata uang Asia lainnya bergerak sepanjang hari.
Sebetulnya, kata Kunal, pemulihan rupee dari rekor terendah telah dibantu Federal Reserve AS, dan kemungkinan akan memberikan kenaikan suku bunga yang lebih kecil setelah November.
Namun, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 BPS Minggu depan. Apakah bank sentral AS memilih kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada bulan Desember, tergantung pada dua pembacaan inflasi berikutnya.
"Penurunan USD/INR dan kenaikan pasangan saat ini (EUR/INR, GBP/INR) adalah level yang baik untuk melakukan lindung nilai dengan tepat," kata Direktur Pelaksana di QuantArt Market Solutions, Srinivas Puni yang juga mencatat bahwa inflasi AS jauh dari perkiraan berada di bawah kendali.







Komentar Via Facebook :