https://www.elaeis.co

Berita / Kalimantan /

Banyak Kebun Tak Produktif, SPKS Komitmen Dukung Peremajaan Kebun Sawit di Seruyan

Banyak Kebun Tak Produktif, SPKS Komitmen Dukung Peremajaan Kebun Sawit di Seruyan

Gelaran Musda SPKS Seruyan.(Ist)


Seruyan, elaeis.co -  Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Seruyan menegaskan komitmennya mendukung peremajaan kebun kelapa sawit rakyat. Pasalnya, saat ini tidak sedikit kebun sawit yang sudah memasuki kategori peremajaan di wilayah tersebut.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam gelaran Musyawarah Daerah (Musda) SPKS Seruyan. Forum ini menjadi momentum konsolidasi seluruh anggota sekaligus penegasan arah perjuangan SPKS. Bahkan bukan hanya pendampingan peremajaan sawit rakyat (PSR), pihaknya juga mendorong percepatan sertifikat ISPO bagi petani.

Ketua SPKS Kabupaten Seruyan, Arif Mansur menjelaskan di wilayahnya saat ini sudah cukup banyak kebun kelapa sawit yang sudah berusia tidak produktif. Rata- rata umur tanaman diatas 20 tahun.

"Kita mendukung petani untuk memanfaatkan dana PSR sebesar Rp60 juta per hektare yang disediakan oleh pemerintah. Kita akan lakukan pendampingan agar ekonomi petani kembali membaik lantaran produksi kebun kelapa sawitnya meningkat," terangnya kepada elaeis.co, Kamis (22/1)

Menurut Arif, program PSR tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas petani sawit rakyat, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. Aktivitas peremajaan kebun sawit mendorong perputaran ekonomi lokal, seperti perdagangan pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa.

Selain itu, SPKS Seruyan terus memastikan anggotanya mengelola kebun sawit secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai pelatihan peningkatan kapasitas petani, termasuk pelatihan regenerative agriculture dan pemanfaatan pupuk organik. SPKS menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan petani harus dilakukan melalui peningkatan produktivitas kebun, bukan melalui perluasan lahan, dengan menerapkan praktik terbaik pengelolaan perkebunan sawit.

Ketua Umum SPKS, Sabarudin, yang turut hadir dalam Musda SPKS Seruyan, menegaskan bahwa SPKS secara nasional saat ini fokus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan perkebunan untuk membangun kemitraan yang lebih adil dan berkelanjutan. Di Kabupaten Seruyan, percepatan PSR menjadi prioritas karena dapat meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat yang selama ini relatif rendah.

“Program PSR memiliki nilai ekonomi yang besar bagi kemajuan desa dan daerah, serta berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan petani sawit,” ujar Sabarudin. 

Ia juga menegaskan dukungan SPKS terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam pengembangan sertifikasi yuridiksi komoditas sawit sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola dan kesejahteraan petani sawit.

Selain itu, SPKS juga mendorong percepatan penyelesaian permasalahan petani sawit yang berada di dalam kawasan hutan. Hingga saat ini, banyak petani sawit rakyat masih menghadapi kendala legalitas lahan yang menghambat akses terhadap berbagai program dan layanan pemerintah, termasuk PSR dan pembiayaan perbankan.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :