Aceh, elaeis.co – Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Provinsi Aceh meminta Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian untuk memperpanjang masa pendaftaran Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.
Permintaan ini muncul setelah banyak anak petani sawit di Aceh belum dapat menyelesaikan proses verifikasi berkas hingga penutupan pendaftaran.
Ketua SPKS Aceh, Abubakar AR, menyebut hingga batas akhir pendaftaran pada Minggu (21/6) pukul 00.00 WIB, masih terdapat sejumlah peserta yang dokumennya belum rampung diverifikasi oleh panitia pelaksana.
“Kami berharap Ditjenbun dapat memberikan perpanjangan waktu pendaftaran selama beberapa hari. Banyak anak petani sawit di Aceh yang masih menunggu proses verifikasi dokumen sehingga belum sempat mengikuti tahapan seleksi,” ujar Abubakar, Senin (22/6).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian calon peserta berpotensi kehilangan kesempatan mengikuti program beasiswa yang selama ini menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan sawit nasional.
Ia menegaskan, Program SDM Sawit memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan siap berkontribusi pada pengembangan industri kelapa sawit Indonesia. Karena itu, ia menilai kebijakan pendaftaran perlu mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan, terutama di daerah sentra perkebunan seperti Aceh.
“Kasihan jika anak-anak petani sawit yang sudah berupaya melengkapi persyaratan akhirnya tidak dapat mengikuti program ini hanya karena proses verifikasi belum selesai. Kami berharap ada kebijakan yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta,” katanya.
SPKS Aceh juga menilai perpanjangan waktu pendaftaran dapat menjadi langkah positif untuk memastikan pemerataan akses pendidikan dan pelatihan bagi keluarga petani sawit di berbagai daerah. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas SDM perkebunan di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, Abubakar berharap pemerintah terus memperkuat komitmen dalam pengembangan SDM sektor sawit melalui program pendidikan yang inklusif dan mudah diakses oleh anak-anak petani di seluruh Indonesia.
“Semoga ada kebijakan yang berpihak pada kemajuan pendidikan anak-anak petani sawit di seluruh wilayah perkebunan Indonesia,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ditjenbun terkait usulan perpanjangan masa pendaftaran Program SDM Sawit 2026 tersebut.
Banyak Anak Petani Gagal Daftar Beasiswa Sawit 2026, SPKS Aceh Minta Ditjenbun Lakukan Perpanjangan
Diskusi pembaca untuk berita ini