https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Usia 30 Bulan, Produktivitas Sawit PTPN IV Regional III Lampaui Standar Nasional

Usia 30 Bulan, Produktivitas Sawit PTPN IV Regional III Lampaui Standar Nasional

Panen perdana di Afdeling II Kebun Sei Siasam PTPN IV Regional III. foto: ist.


Pekanbaru, elaeis.co - PTPN VI Regional III berhasil melaksanakan panen perdana di kebun inti pada usia tanam tepat 30 bulan. 

Panen perdana yang berlangsung di Afdeling II Kebun Sei Siasam yang dihadiri langsung Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo serta Region Head Regional III Rurianto tersebut mencatatkan produktivitas sebesar 8,64 ton/Ha. Jauh di atas standar nasional 6 ton/Ha. 

"Syukur alhamdulillah, kegiatan replanting di Afdeling II Kebun Sei Siasam yang dilaksanakan pada tahun 2021 lalu di atas areal seluas 362,75 Ha, dan kurang dari 2,5 tahun telah memberikan hasil sangat positif dengan proyeksi protas selama enam bulan mendatang mencapai 8,64 ton/Ha atau setara 3.134 ton," kata Rurianto dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Rabu (10/7).

Baca juga: Perkuat SDM, PTPN IV PalmCo Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Vokasi

Ia menjelaskan, tanaman sawit muda itu masih dalam fase tanaman belum menghasilkan 3 (TBM-3). Namun, kegiatan penanaman ulang atau replanting dengan menerapkan best practice mulai dari penumbangan sawit renta, penanaman ulang, pemupukan hingga perawatan dengan standar tinggi tersebut, hamparan sawit muda itu mampu menghasilkan berat tandan rata-rata mencapai 5 kilogram per tandan dengan jumlah tandan per pokok mencapai 13,25 tandan.

"Ini membuktikan bahwa best practices dalam setiap langkah operasional selalu kita kedepankan. Kita percaya bahwa dengan mengadopsi best practices, tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap semua aspek. Kita ingin menjadi contoh yang baik bagi industri perkebunan sawit di Indonesia dengan tanaman sawit muda ini akan menjadi bagian dari tulang punggung perusahaan di masa mendatang," jelasnya.

Baca juga: BUMN Sawit Malaysia Jajaki Kerja Sama Pemanfaatan Cangkang PTPN IV

Lebih jauh, Ruri menjelaskan bahwa penerapan best practice perkebunan sawit Regional III turut menjadi standar yang diterapkan perusahaan dalam percepatan peremajaan sawit rakyat (PSR) melalui pola manajemen tunggal atau single management. Alhasil, saat ini ribuan petani plasma mitra Regional III atau sebelumnya dikenal sebagai PTPN V yang mengikuti program PSR mengecap manisnya produktivitas tinggi setara dengan perusahaan. 

Pola tersebut menjadi kunci sukses program PSR yang dilaksanakan perusahaan di berbagai kabupaten di Provinsi Riau.

Pola manajemen tunggal tersebut mengusung standar tinggi perusahaan, mulai dari penumbangan sawit renta, pemanfaatan bibit sawit unggul bersertifikat, proses penanaman, pemupukan, hingga pemeliharaan. Pola tersebut kian lengkap dengan skema "cash for works" untuk petani mitra.

Baca juga: Seluruh Unit Bisnis PTPN IV Diharapkan Duplikasi Digitalisasi di Regional III

Skema itu memberikan jaminan bagi petani untuk tetap memperoleh pendapatan selama proses peremajaan berlangsung. Para petani diberdayakan untuk terlibat dalam setiap tahapan proses peremajaan dan mendapatkan penghasilan dari skema tersebut.

"Sesuai arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa, kita tidak pernah setengah-setengah untuk para petani. Semangat kita untuk terus memperkuat petani, meningkatkan produktivitas dan ekonomi petani, selaras dengan khittah PTPN V, tumbuh dan berkembang bersama petani," tambahnya.

Sementara itu, Ugun Untaryo menjelaskan bahwa panen perdana dengan produktivitas tinggi tersebut adalah salah satu bukti nyata dari komitmen dan usaha keras perusahaan dalam mencapai target yang ditetapkan.

Baca juga: Duduk Bareng Aspek-PIR, PTPN IV Regional V dan GAPKI Kalsel Bahas Rencana Ini

"Regional III memiliki history terkait capaian protas TM I diatas 19 ton/Ha, tertinggi di PTPN grup maupun potensi PPKS. Key success factor terhadap capaian tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan dan pengawasan mulai dari proses penanaman sampai pemeliharaaan di TBM yang mengikuti best practice dan kualitas SDM yang mempuni," paparnya.

"Dan saya meyakini, best practice serta kualitas SDM tersebut tercermin dalam program peremajaan sawit di afdeling 2 yang dilaksanakan pada tahun 2021 di areal seluas 362,75 Ha ini. Kondisi ini terlihat dari estimasi produktivitas enam bulan ke depan sebesar 8,64 ton/Ha," tambahnya.


 

Komentar Via Facebook :