https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

Tujuh Duta Besar Bakal Hadir ke Diskusi Sawit Belitung

Tujuh Duta Besar Bakal Hadir ke Diskusi Sawit Belitung

Pekerja memuat TBS sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit di Babel. Foto: Distan Babel


Tanjung Pandan, elaeis.co - Tujuh duta besar sudah memastikan hadir dalam pertemuan "Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) in American and European Market" yang akan dilaksanakan di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, 23-25 November mendatang.

Masing-masing Duta Besar Inggris, Meksiko, Ceko, Swiss, Belgia, Norwegia, dan Chili. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung, Destika Efenly, mengatakan, para delegasi pertemuan akan tiba di Belitung pada, Rabu (23/11) pagi.

"Siang harinya dilaksanakan diskusi kemudian dilanjutkan jamuan makan malam bersama Bupati Belitung dan Wakil Bupati beserta unsur forkopimda," katanya melalui keterangan resmi Setdakab Belitung.

Keesokan harinya seluruh delegasi akan melakukan kunjungan lapangan melihat kondisi perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) di Belitung. Hal itu dilakukan untuk membuktikan bahwa induustri sawit mengedepankan aspek keberlanjutan.

"Seluruh peserta akan kembali ke Jakarta pada Jumat (25/11)," ujarnya.

Menurut, penunjukan Belitung sebagai lokasi pertemuan tingkat internasional sangat menguntungkan. Selain memperkenalkan potensi pariwisata dan bahari yang dimiliki Belitung, pertemuan ini sekaligus juga memperkenalkan potensi perkebunan dan industri kelapa sawit di Belitung.

"Kemudian pertemuan ini juga akan bermanfaat bagi perputaran ekonomi di daerah sekaligus memberikan hasil yang baik bagi masa depan kelapa sawit Indonesia di mata dunia," katanya.

"CPO Indonesia selama ini sering dituduh tidak ramah lingkungan, dengan adanya pertemuan ini maka mereka bisa melihat fakta secara langsung. Kalau mungkin ada negara yang selama ini tidak menerima minyak kelapa sawit Indonesia, maka setelah ini mereka akan menerima kembali," tambahnya.
 
Bupati Belitung, Sahani Saleh, mengaku daerahnya sudah siap menghelat pertemuan ini. “Dengan pertemuan tingkat duta besar, kita berharap menjadi daya tarik agar kegiatan-kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) lainnya dapat dilaksanakan di Belitung”, ujarnya.

Dijelaskannya, Belitung sudah siapuntuk event tingkat internasional, mulai dari fasilitas kesehatan hingga transportasi VVIP. “Dengan dukungan fasilitas yang ada, pemda akan memberikan pelayanan terbaik dan memberikan kesan yang baik kepada peserta yang hadir”, paparnya.

Sementara itu, Kun Rizki Putranto dari Tim Advance  Kementerian Luar Negeri RI, menyampaikan bahwa pertemuan ini nantinya diharapkan dapat memperkenalkan manfaat penerapan ISPO terhadap pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan masyarakat lokal.

"Kita juga menggalang dukungan dari sesama negara produsen dalam pembahasan internasional tentang peran minyak nabati untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), meningkatkan penerimaan terhadap sertifikasi ISPO, serta menjajaki peluang perluasan ekspor minyak sawit berkelanjutan di pasar non tradisional," paparnya.

Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri ini mengundang kedutaan negara di Benua Amerika dan Eropa yang dipandang strategis untuk diplomasi sawit Indonesia. Utamanya terhadap penerimaan standarisasi SDGs sebagai prinsip universal berkelanjutan dalam perdagangan komoditas minyak nabati dunia. Diantaranya yakni Norwegia, Swiss, Ceko, Guatemala, Kosta Rika, Panama, Argentina, Brazil, Uruguay, Inggris dan Belgia.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :