Rengat, elaeis.co - Petani padi di Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada tahun ini mengalami gagal tanam akibat bencana banjir. Ada dua kelompok yang mengalami hal tersebut, yakni Kelompok Tani Mekar Jaya dan Kelompok tani Teluk Redang.
Maslan, selaku Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, menuturkan kepada elaeis.co, Jumat (11/8), selain musibah alam, tanaman juga terkena hama keong ketika padi terendam air banjir yang mengakibatkan kerusakan pada tanaman padi sawah.
"Ada sekitar 20 hektar dari luas keseluruhan seluas 30 hektar gagal tanam, petani merugi besar. Panen raya per hektarnya bisa menghasilkan gabah rata-rata 4 ton," terangnya.
Menurutnya, Kelompok Tani Teluk Redang juga mengalami hal yang serupa, padahal mereka bercocok tanam dengan komoditi bermacam-macam, mulai dari padi, palawija, kacang tanah. Tapi hasil panen juga tidak memuaskan disebabkan oleh hama tikus.
"Kami berharap penderitaan petani mendapatkan perhatian dari instansi terkait, dengan membangun pintu air dimulai hulu hingga hilir supaya dapat mengendalikan debit air sungai Indragiri," ujarnya.
Terpisah, Edi Suparman, Kades Redang, membenarkan bahwa kondisi petani mengalami gagal tanam sebanyak dua kali dalam tahun ini. "Semoga pemerintah dapat memberikan solusi petani supaya masyarakat kami tidak terjadi lagi gagal tanam akibat banjir," harapnya.
Dia menjelaskan, dampak gagal tanam tersebut dapat menggangu kebutuhan hidup petani yang bergantung ke situ. Pasalnya, mata pencaharian dari sektor lain untuk membantu perekonomian keluarga tidak ada.
Dedi Dianto, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Inhu, mengatakan akan turun ke lokasi dalam waktu dekat guna memastikan areal dan mencari solusinya.
"Kalaulah pintu air menjadi permasalah yang krusial akan kita koordinasi dengan Bappeda dan PUPR Inhu untuk mencari solusi supaya tidak menjadi keluhan petani berkepanjangan," ungkapnya.
Terkena Banjir, Puluhan Hektar Sawah di Inhu Gagal Tanam
Diskusi pembaca untuk berita ini