Berita / Nusantara /
Tentang Bensa Dari Muba
Pejabat Pemda Muba foto bersama usai mengunjungi PT Pura Barutama tempat dibikinnya Bensin Sawit. (Pemda Muba)
Sumsel, Elaeis.co - Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan melakukan hilirisasi kelapa sawit milik petani akhirnya membuahkan hasil. Bensin Sawit (Bensa) buktinya.
Konsen pemerintah daerah selama ini terhadap petani sawit agar berkontribusi besar untuk merealisasikan energi baru terbarukan (EBT) pun dianggap berhasil.
"Kita sudah melihat uji coba pengolahan bensin sawit yang sudah hampir 1 tahun dibikin oleh tim katalis merah putih ITB. Projek ini dibangun di PT Pura Barutama," kata Kepala Bappeda Muba Iskandar Syahrianto dikutip Elaeis.co dari halaman resmi Pemkab Muba.
Iskandar bilang, Pemda Muba sangat serius menggarap realisasi Bensa ini. Maka itu pemerintah daerah menggandeng ITB, alhasil Muba juga telah merealisasikan pabrik IVO yang terintegrasi dengan perkebunan sawit milik rakyat.
"Muba sangat konsen memproduksi IVO guna memenuhi kebutuhan bensin sawit dan kebutuhan pertamina untuk di Coprosesing di Kilang Plaju," kata Iskandar.
Ia mengatakan, volume unit tersebut sebesar 1000 L/Day dimana umpan atas bensin sawit tersebut adalah IVO yang di produksi unit di Musi Banyuasin yang TBS-nya berasal dari hasil PSR di Kecamatan Sungai Lilin dan Keluang.
"Tim katalis Merah Putih tersebut dipimpin oleh Prof Subagyo, hasil produksi bensin sawit tersebut langsung diujicoba di kendaraan R2-R4, unit Bensa ini dibiayai oleh BPDPKS," terangnya.
Plt Kadisbun Muba, Akhmad Toyibir mengungkapkan, perjalanan panjang PSR Musi Banyuasin dari hulu ke hilir mengantarkan mewujudkan kepastian penguatan hulu, menjaga produktifitas serta menguatkan pekebun kelapa sawit rakyat untuk kesejahteraan ekonomi dari sektor perkebunan dan terbukti mensukseskan Program Strategis Nasional (PSN) Indonesia.
"Muba merupakan sebagai pilot project pengembangan hilirisasi peremajaan sawit rakyat menjadi energi baru terbarukan. Buktinya, bertempat di kilang pabrikasi PT Pura Barutama Kudus telah dilakukan launching produksi bensin sawit kapasitas 1.000 liter per hari," tuturnya.
Dikatakannya, pengolahan IVO yang diproduksi oleh Muba merupakan bensin sawit ron 110, hampir satu tahun proses uji coba produksi IVO sebagai bahan baku untuk bensin sawit dilakukan oleh tim ITB dan berhasil dengan standar SNI8875:220, dan saat ini telah berhasil juga diproduksi menjadi bensin sawit melalui teknologi katalis dilakukan bersama oleh tim ITB.
"Ini adalah kado awal tahun untuk Muba, wujud dari sinergitas program dan inovasi dari segala pihak baik pemerintah daerah maupun dengan pemerintah pusat, serta pihak-pihak ahli terkait lainnya mewujudkan cita-cita menguatkan yang lemah tanpa melemahkan yang kuat. Melalui hilirisasi kelapa sawit, kita kuatkan hulunya dan kita pastikan juga suplai hilirnya bahwa selain untuk bahan makanan (food), tetapi juga sebagai bahan bakar nabati menjadi energi terbarukan, selain fosil berasal dari perut bumi tetapi juga Tuhan telah memberikan anugerah kelapa sawit sebagai bahan baku biofosil," jelasnya.
Akhmad mengatakan, energi terbarukan tidak akan ada habisnya. Selagi luasan dan produksi kebun kelapa sawit dijaga.
"Jayalah perkebunan, sukses Muba untuk Indonesia, Muba Green Muba menolong bumi. IVO yang telah di produksi Muba selama ini sebanyak 152 ton. Bahan produksinya sebanyak 5.100 ton sawit, dari kebun peremajaan sawit rakyat," kata dia.
Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengaku akan terus mensupport petani sawit rakyat di Muba melalui program yang pro petani mandiri. "PSR sudah dimulai dari Muba. Program-program lainnya akan terus kami gencarkan demi kesejahteraan petani sawit," kata dia.







Komentar Via Facebook :