Nusantara 

Tenggat Mendaftar Beasiswa Sawit Diperpanjang, Yang Mendaftar Sudah 1200

Tenggat Mendaftar Beasiswa Sawit Diperpanjang, Yang Mendaftar Sudah 1200
Direktur Perlindungan Perkebunan, Baginda Siagian. Foto: tangkapan layar

Jakarta, elaeis.co - Direktorat Perlindungan Perkebunan menggelar sosialisasi beasiswa pendidikan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS).

Ada sekitar 173 peserta yang ikut mengikuti sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, Baginda Siagian.

Mulai dari dinas-dinas terkait perkebunan kelapa sawit dari berbagai provinsi di Indonesia, asosiasi petani hingga pimpinan tujuh lembaga pendidikan yang sudah didapuk menjadi penyelenggara beasiswa itu, hadir di ruang zoom itu. 

Ada tiga hal yang menarik yang disampaikan oleh Baginda maupun Ketua Tim SDMPKS, Eva, dalam pertemuan online itu. "Yang pasti, syarat tahun ini lebih mudah ketimbang tahun lalu," kata Baginda. 

Lantas, kalau tahun lalu quota beasiswa hanya 660 orang, tahun ini menjadi 1000 orang. "Tadinya kan pendaftaran ditutup tanggal 19 Juli 2022. Tapi kita masih memberikan tenggat waktu hingga 22 Juli 2022. Ini kita lakukan agar mereka yang kekurangan persyaratan bisa melengkapi persyaratan yang kurang itu," Eva menjelaskan. 

Detilnya, pendaftaran beasiswa sawit dibuka dari tanggal 14 Juni 2022 hingga 19 Juli 2022 dan finalisasi data dari 14 Juni 2022 hingga 22 Juli 2022. 

Perwakilan BPDPKS, Arfie Thahar. Foto: tangkapan layar

Menariknya, mereka yang sudah lulus beasiswa dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, ternyata boleh. Hanya saja, nilai yang sudah ada enggak, bisa dikonversi ke jenjang yang lebih tinggi tadi. 

"Artinya, mahasiswa yang melanjut, harus memulai dari nol lagi. Hanya saja yang akan melanjutkan enggak boleh mereka yang lulus tahun lalu. Yang baru lulus tahun lalu harus mengabdi dulu setahun setelah lulus," ujar Eva. 
 
Tapi tunggu dulu, jika tahun sebelumnya umur calon penerima beasiswa tidak dibatasi, tahun ini dibatasi maksimal 23 tahun. 

Adapun tujuh lembaga yang menjadi penyelenggara beasiswa sawit tadi kata Arfie Thahar, yang mewakili Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dua diantara; Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan dan Instiper Yogya adalah penyelenggara strata satu. 

Kalau ITSI membuka jurusan Teknologi Pengolahan Sawit, Instiper justru membuka jurusan Agroteknologi dan Agribisnis. 

Sementara lima lembaga lain seperti Politeknik Kelapa Sawit CWE dan LPP Yogya menyelenggarakan D3 dan D4, Politeknik Kampar D2 dan D3, serta AKPY D1 dan D2. 

"Hingga saat ini mereka yang mendaftar sudah 1200 orang," Eva menambahkan. 


Cacatan: Naskah ini telah melalui pengeditan ulang pada pukul 14:49 Wib. Redaksi

Editor: Abdul Aziz