Berita / Sumatera /
TBS Dicuri Terang-Terangan, Tapi Belum Ada Tindakan
Kuitansi yang dikeluarkan PKS, bukti terjadinya pemotongan berat TBS hingga 18 persen (Dok.)
Medan, Elaeis.co - Fadli Ali, Sekretaris DPW Asosiasi Petani Kelapa sawit Indonesia (APKASINDO) Aceh, merasa masygul dan sedih mendapat laporan dari sejumlah petani sawit swadaya dan pengurus APKASINDO di berbagai kabupaten/kota. Mereka mengaku seperti dimaling terang-terangan oleh pabrik kelapa sawit (PKS).
Di malam takbiran Idul Adha 1442 H kemarin, para petani tersebut menjual tandan buah segar (TBS) ke PKS. “Tapi, ya Allah, potongan timbangan yang dilakukan pihak PKS teramat kejam. Sortasinya mulai 10 sampai 18 persen,” kata Fadli kepada Elaeis.co, Rabu (21/7).
“Salah satu daerah yang sortasinya mencapai 18 persen adalah Nagan Raya. Tindakan ini adalah pencurian terhadap uang petani sawit swadaya,” tambahnya.
Pemotongan tersebut sangat disesalkan karena menyebabkan kerugian petani menjadi berlipat-lipat.
“Selama ini harga TBS petani swadaya tak pernah sesuai dengan daftar yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Rata-rata cuma Rp 1.500/kg hingga Rp 1.700/kg. Kalau tonase TBS yang masuk PKS dipotong lagi 10 sampai 18 persen, jadi berapalah duit yang diterima petani,” sebutnya.
“Kami hitung-hitung, malam takbiran itu saja rata-rata petani sawit rugi sampai Rp 850.000 per ton akibat sortasi. Kalau dikali seluruh TBS petani swadaya yang dibawa ke pabrik, sudah berapa duit yang dicuri PKS,” tambahnya.
Netap Ginting, Ketua APKASINDO Kota Subulussalam, mengaku juga mengalami pemotongan saat mengantar TBS ke PKS.
“Mobil tronton memuat 24.600 kilogram TBS. Dipotong pihak pabrik 2.450 kilogram, itu sama dengan 10 persen. Pemotongan ini tanpa dasar hukum. Sangat keterlaluan, tega sekali, bahkan saat petani hendak merayakan Idul Adha,” ucapnya kesal.
Keduanya mendesak Pemprov dan DPRA Aceh mengambil tindakan tegas terhadap PKS yang selama ini terkesan tak takut pada peraturan. “Kalau tak ada potongan sortasi sebanyak itu, petani kan bisa sejahtera dan merawat kebun sawitnya dengan baik. Kelakuan PKS-PKS itu tak bisa didiamkan,” tandas Ali.







Komentar Via Facebook :