https://www.elaeis.co

Berita / Peternakan /

Tak Butuh Waktu Lama, Riau Bisa Jadi Sentra Sapi. Begini Caranya...

Tak Butuh Waktu Lama, Riau Bisa Jadi Sentra Sapi. Begini Caranya...

Kabid Agribisnis Dinas Peternakan Riau, Heri Afrizon. foto: dok. pribadi


Pekanbaru, Elaeis.co - Kalau saja hitung-hitungan Kepala Bidang Agribisnis Dinas Peternakan Riau ini bergegas dijalankan, paling lambat 10 tahun ke depan, Riau sudah jadi sentra sapi di Sumatera bahkan Indonesia. 

Saban tahun sapi di Riau akan bertambah lebih dari 10 ribu ekor. Ini tidak termasuk hasil sapi rakyat dan hasil inseminasi buatan. Maksud loe...?
 
Adalah sekitar 1.591 Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di 10 kabupaten --- minus Kota Pekanbaru dan Kota Dumai --- di Riau yang dikeker Heri Afrizon untuk mewujudkan mimpi itu. 

"Tiap Bumdes diproyeksikan memelihara 12 ekor sapi. Empat pejantan dan 8 betina. Sumber sapi ini, 7 ekor dari Pemprov Riau dan sisanya dari kabupaten setempat. Kalau dihitung duit, Pemprov Riau akan menggelontorkan Rp117,37 miliar untuk pengadaan sapi ini dan 10 kabupaten yang ada, menggelontorkan Rp79,55 miliar. Total sapi yang dibeli sebanyak 19.092 ekor," saat berbincang dengan elaeis.co, tadi siang, Heri merinci hitungan itu bila pengadaan satu ekor sapi Rp10 juta perekor. 

"Tahun kedua, 8 ekor betina tadi sudah melahirkan, katakanlah hanya 80%. Ini berarti, saban tahun akan ada 10.182 sapi baru," katanya.

Baca juga: Saling Untung Antara Petani Sawit dan Peternak Sapi 

Itu baru dari anakan. Belum lagi dari pemanfaatan kotoran dan urine menjadi pupuk organik. "Secara ekonomi, jika program ini dijalankan maka dampak ekonominya akan sangat luar biasa. Nilai Tukar Petani (NTP) sektor peternakan akan tinggi lantaran hasilnya bisa langsung dinikmati," ujarnya.

Data Statistik Kementerian Pertanian RI 2020 kata heri, di Riau ada 202.647 ekor sapi. Jika program tadi berjalan, maka jumlah sapi di Riau kata Heri akan terus tumbuh. 



 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :