https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Sumatera /

Tak Bangun Kebun Plasma, PT RPR Diadukan Petani ke KPPU

Tak Bangun Kebun Plasma, PT RPR Diadukan Petani ke KPPU

Anggota Koperasi Perkebunan Hasil Sawit Bersama Desa Singkuang berunjuk rasa menuntut pencabutan IUP PT RPR. foto: ist.


Medan, elaeis.co - Petani kelapa sawit yang bernaung dalam Koperasi Perkebunan Hasil Sawit Bersama (HSB) di Desa Singkuang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengadukan PT Rendi Permata Raya (RPR) ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait tidak terealisasinya pembangunan kebun plasma.

Ridho Pamungkas, selaku Kepala Kanwil I KPPU Sumbagut ketika dikonfirmasi elaeis.co, Selasa (24/1) membenarkan bahwa pihaknya menerima pengaduan dari petani sawit.

"Delik aduan ini akan segera kita follow up mulai dari registrasi laporan, klarifikasi kepada pelapor, dan paparan ke KPPU pusat untuk rekomendasi tindak lanjutnya," katanya, Selasa (24/1).

Ia menjelaskan, dengan adanya laporan itu, KPPU bakal memperketat pengawasan kebijakan kemitraan antara perusahaan besar dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kewenangan pengawasan, lanjutnya, diberikan oleh Undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM dan telah diperbaharui dalam Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta turunannya dalam Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 2021 tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan UMKM.

"Dalam laporan itu disebutkan bahwa izin usaha perkebunan (IUP) PT RPR tahun 2005 dan hak guna usaha (HGU) tahun 2015 terus diperpanjang, tetapi kewajiban plasma yang diikat dalam kemitraan pembangunan kebun untuk masyarakat belum direalisasikan," tukasnya.

Saat ini tim KPPU Sumbagut sedang menelaah pelaksanaan kewajiban kemitraan dari PT RPR sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan. 

"Penyelidikan ini untuk memastikan ada tidaknya bukti bahwa kewajiban kemitraan di perkebunan telah dijalankan oleh perusahaan," ungkapnya.
 

Komentar Via Facebook :