https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Nasional /

SPKS Minta Ada Insentif Dari Pemerintah Untuk Petani Bersertifikat ISPO

SPKS Minta Ada Insentif Dari Pemerintah Untuk Petani Bersertifikat ISPO

Ilustrasi-petani kelapa sawit di Kabupaten Siak, Riau. (Sahril/Elaeis)


Jakarta, elaeis.co - Setakat ini Serikat petani Kelapa Sawit (SPKS) tengah mendorong anggotanya agar memiliki sertifikat ISPO dan RSPO. Hal ini merupakan bentuk komitmennya mendukung kebijakan pemerintah terkait kelapa sawit berkelanjutan.

Sekjen SPKS Mansuetus Darto menjelaskan hingga kini tidak sedikit petani yang tergabung dalam SPKS sudah memiliki sertifikat tersebut. Seperti di Riau yang sudah memiliki sertifikat RSPO.

Untuk itu, Darto berharap ada insentif yang diterima oleh petani yang telah memiliki sertifikat tersebut baik itu dari pemerintah maupun dari pasar.

"Karena kami lihat keberlangsungan sertifikasi ISPO bergantung di koperasinya sehingga dukungan insentif itu sangat dibutuhkan. Bahkan perusahaan sawit juga harus memprioritaskan bahan baku dari petani yang tersertifikasi ISPO dan bisa memberikan harga yang bagus," kata dia kepada elaeis.co, Selasa (27/9).

Bukan hanya pemerintah, ia juga berharap BPDPKS sebagai pengelola dana sawit bisa mendukung petani-petani swadaya di Indonesia untuk masuk dalam skema sertifikasi ISPO. Yakni dengan menyediakan pendanaan mulai dari persiapan sampai pada biaya audit sertifikasi serta bisa mempermudah dalam mengakses dana sertifikasi tersebut.

Sementara hingga 2023 mendatang, SPKS menargetkan 1.000 petani SPKS memiliki dua sertifikat tersebut. Sebab kebijakan itu diwajibkan pemerintah dan tertuang dalam Perpres Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia dan Permentan Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO).

"Saat ini ada 72 ribu petani yang tergabung dalam SPKS. Mulai dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Kami mulai persiapan ke arah sertifikasi ISPO ini sebagai komitmen nyata kami mendukung kebijakan pemerintah," paparnya.

Menurutnya, sertifikasi ini adalah strategi bagi petani untuk mengharumkan sawit rakyat Indonesia yang berkelanjutan. Bahkan juga strategi mentransformasikan petani sawit untuk masuk dalam standar pasar minyak sawit dunia.

Komentar Via Facebook :