https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Sosialisasi dan Expo Sawit Baik Digelar di Palembang

Sosialisasi dan Expo Sawit Baik Digelar di Palembang

Sosialisasi dan Expo Sawit Baik di Palembang. foto: ist.


Palembang, elaeis.co – Anggota DPR RI Komisi XI Farida Hidayati bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Lembaga Kajian Strategi dan Pembangunan Pemerintah (LKSP) menggelar Sosialisasi dan Expo Sawit Baik di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta berbagai macam kalangan termasuk para pemuda setempat. Farida sendiri berhalangan hadir secara langsung dan diwakili oleh Tenaga Ahli (TA) DPR yaitu Irma Muthoharoh.

Irma mengatakan, kegiatan ini sengaja dilaksanakan di Palembang karena 30% mata pencaharian masyarakat Sumatera Selatan adalah di sektor pertanian dan perkebunan. "Sayangnya, petani saat ini masih jauh dari kata sejahtera," jelasnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (14/11).

Menurutnya, sampai saat ini petani belum bisa mengolah sendiri hasil kebun. “Kalau dilihat dari data DPR, 30% mata pencaharian masyarakat kita adalah pertanian dan perkebunan. Tapi petani menjual hasil pertanian dengan harga murah, ini belum bisa dikatakan sejahtera,” tandasnya.

Dia menekankan pentingnya perkebunan sawit dikelola dengan baik karena sawit adalah komoditas yang sangat menguntungkan. "Sawit ini adalah komoditas yang besar yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya, sawit sampai hari ini mampu menjadi solusi bagi perekomian masyarakat kita," sebutnya.

Dia mengajak para generasi muda setempat untuk melek terhadap komoditas sawit hingga bisa melakukan pengembangan-pengembangan terhadap potensi sawit serta produk olahannya.

“Barisan Sedulur Irma memfokuskan bagaimana para pemuda yang umumnya anak petani sawit ini melek terhadap pertanian sawit. Setelah itu bagaimana nanti sahabat-sahabat muda itu juga fokus terhadap pengembangan potensi-potensi sawit dalam hal ini produk olahan turunan sawit,” paparnya.

Sejumlah narasumber dihadirkan pada kegiatan ini untuk menyampaikan materi mengenai sawit. Siti Suhaepah membahas dampak sosial ekonomi kelapa sawit terhadap kesejahteraan petani. Sedangkan Nurul Mubarok membahas pengenalan buah kelapa sawit, syarat tumbuh buah kelapa sawit, jenis benih, tips pembibitan, teknik pembibitan, penyinaran, suhu, dan karakteristik tanah, persiapan lahan tanah, pengendalian gulma dan pemupukan.

Sementara Sukarni Ismail menjabarkan tentang kondisi pertanian sawit secara umum di Sumatera Selatan. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah petani sawit plasma yang bekerja sama dengan perusahaan tidak mendapatkan bagian seperti kesepakatan awal.

"Kita prihatin dengan kondisi ini. Kita mengharapkan ada perubahan, agar sawit ini nanti bisa menjadi solusi bagi perekonomian masyarakat," tegasnya.

 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :