Berita / Komoditi /
Serangan Hama Ulat Api dan Kantong Membuat Sawit Gagal
Foto ilustrasi ulat di daun pelepah sawit. Net
Jakarta, Elaeis.co - Impian untuk memiliki tanaman kelapa sawit agar tumbuh subur dan mampu menghasilkan buah sawit yang berkualitas adalah harapan setiap petani sawit. Namun serangan hama secara mendadak dapat membuat sawit gagal tumbuh. Disadur dari Jurnal Ilmiah Rhizobia, Vol 3 No.1, Februari tahun 2021 tulisan Nur Ariyani Agustina tentang serangan hama pada tanaman kelapa sawit.
Meskipun dikenal sebagai tanaman yang kuat namun serangan hama dapat mengancam hasil produksi bahkan kematian pada tanaman sawit itu sendiri. Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman sawit yakni hama babi, tikus, kumbang tanduk, atau hama ulat pemakan daun.
Berdasarkan data dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit permasalahan penting dalam perkebunan kelapa sawit adalah serangan ulat pemakan daun yang menyerang pada periode Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) maupun Tanaman Menghasilkan (TM). Penurunan jumlah produksi akibat serangan hama tersebut mencapai 40 persen atau sekitar 6,4 ton/ha.
Pada tanaman kelapa sawit terdapat hama yang merugikan yakni ulat api atau dalam bahasa latinnya Setothesa Asigna yang merupakan hama pemakan daun. Pada serangan tinggi hama ini dapat mengakibatkan tanaman kelapa sawit menjadi gundul dan yang tertinggal hanya tulang daun.
Untuk serangan ulat kantung atau Metisa Plana lebih banyak ditemukan pada tanaman kelapa sawit yang berusia kurang dari enam tahun. Pada umur tanaman yang lebih tua kanopi berkembang dan tumpang tindih, sehingga menyebabkan pergerakan dan penularan hama ulat kantung menjadi lebih tinggi.
Penyebaran hama ulat kantung ini terjadi dari perpindahan larva melalui daun tanaman yang saling bersinggungan seingga larva dapat berjalan menuju daun di sebelahnya.
Serangan hama ulat api dan ulat kantong terjadi pada pelepah daun muda mulai dari pelepah ke-7. Hal ini disebabkan karena jaringan daun pada pelepah muda lebih lunak dari pada jaringan daun pelepah tua. Kerusakan akibat serangan hama ulat api dapat dilihat dari gejala bekas gigitan berbentuk bercak bulat hingga daun terlihat berlubang.
Pada awalnya bekas gigitan ini berwarna hijau, semakin lama akan mengering dan berwarna kecoklatan. Serangan hama ulat kantong menyebabkan pucuk daun menjadi patah, daun mengering seperti terbakar, terdapat bercak gigitan berwarna kuning hingga kecoklatan.
Upaya untuk mengatasi serangan hama ini dapat dilakukan dengan pengutipan hama mode injeksi yang dilakukan dengan menyuntikkan cairan pada batang tanaman kelapa sawit. Sedangkan pengendalian hama ulat kantung dengan pengutipan hama.

Komentar Via Facebook :