Berita / Sumatera /
Semburan Lumpur Ponpes Al Ihsan Pekanbaru Disekat Pemerintah
Pemerintah Gali Sekat di Lokasi Semburan Gas dan Lumpur Ponpes Al Ihsan
Pekanbaru, Katakabar.com -�Untuk mengantisipasi terus mengalirnya semburan lumpur di Pondok Pesantren Al Ihsan Pekanbaru, pemerintah gali sekat pembatas menggunakan alat berat. Penggalian itu dilakukan sejak Rabu (10/2) kemarin atau hari ke-7 terjadinya semburan gas dan lumpur dari sumur bor di wilayah itu.
Kepala UPT Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Riau, Rio Andriadi Putra, mengatakan ada dua unit alat berat eskavator dan wheel loader yang diturunkan untuk membuat sekat tersebut.
"Untuk tahap awal, kita membendung atau menyekat lumpur yang menyembur keluar. Kemudian menggusur lumpur di pekarangan pondok," tuturnya.
Sementara untuk menghentikan semburan gas dan lumpur yang hingga kini masih terjadi, nantinya pihak PT Bina Mitra Artha (BMA) yang akan menanganinya.
"Kita hanya membantu alat berat saja, untuk penutupan semburan akan ditangani oleh PT BMA," terangnya.
Sementara Direktur Utama PT Bina Mitra Artha, Beny Hendra menjelaskan saat ini gas sudah tidak ada efeknya (tidak berbahaya). Hal itu terbukti dari hasil pengecekan menggunakan alat detektor selama 20 menit.
Ia menambahkan, dampak untuk lingkungan akibat semburan gas dan lumpur ini tidak berbahaya. Terlebih dalam 200 meter yang diketahui terdapat tempat tinggal sebanyak 5 kepala keluarga di wilayah itu.
"Makanya kita buat parit seluas 4x8 meter untuk penampungan lumpur," kata Beny.
Meski begitu, Benny tak dapat memastikan kapan semburan lumpur dan gas itu berakhir. "Bisa 4 hari, bisa 5 hari. Belum tahu juga. Makanya kita clearing, pembersihan dulu baru, letakkan peralatan (drilling) aliran dijadikan satu," ungkap Beny.
Di samping itu, pihak EMP Bentu juga melakukan pengecekan intensitas semburan dari sumur yang memiliki kedalaman sekitar 115 meter itu. Dari pengecekan itu diketahui terjadi semburan sebanyak 27 kali per menit.
Namun, semburan gas tidak lagi berbahaya karena Lower Explosive Limit (LEL) sudah nol dan kandungan H2S juga nol.
Untuk diketahui, gas tersebut pertama kali muncul pada Kamis (4/2) sekitar pukul 13.30. Saat itu santri pondok tengah mengikuti hafalan al-quran. Gas itu muncul dari lobang sumur yang tengah dikerjakan oleh penggali sumur.
Kepala Sekolah Pesantren Al-Ihsan Untung Wahyudi, mengatakan tembakan gas itu membuat Ia bersama puluhan santrinya kaget.
"Kita memang sedang mengerjakan pembuatan sumur bor. Tadi sekitar jam 13.30 kita dikagetkan dengan gemuruh semburan gas yang berada di samping ruangan kelas santri," tuturnya kala itu.
Melihat semburan gas yang mengeluarkan suara gemuruh serta menyemburkan pasir serta debu, pihaknya langsung mengevakuasi para santri ke masjid yang ada di pondok pesantren ini.
Kemudian, pihaknya menghubungi aparat setempat. "Seluruh siswa dievakuasi ke pondok pusat yang ada di Kubang. Ada total 34 santri yang ada di sini," terangnya.
BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar Via Facebook :