https://www.elaeis.co

Berita / Nusantara /

Selamat Datang di 'Statistik Sawit'

Selamat Datang di

PKS BPS dan BPDPKS terkait sawit. foto: tangkapan layar


Jakarta, elaeis.co - Kalau tahun ini Badan Pusat Statistik (BPS) hanya bilang bahwa rumah tangga yang terlibat dalam budidaya pertanian mencapai 27,68 juta, dua tahun lagi, bahasa itu akan berubah. 

Berapa jumlah rumah tangga yang terlibat dalam industri kelapa sawit, dimana saja mereka berada, berapa produktifitasnya dan bahkan, berapa produktifitas sawit sebelum dan sesudah ada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), datanya sudah akan ada dan komplit.

Sebab jelang siang tadi, BPS dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sudah meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS). 

"Dengan kerja sama ini, data yang 27,68 juta tadi sudah di-split. Sebab di dalamnya termasuk data petani kelapa sawit," kata Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto, saat didapuk berbicara. 

Kebetulan lelaki 57 tahun kelahiran Wonosobo Jawa Tengah ini yang datang mewakili Kepala BPS, Margo Yuwono. 

Nah, tahun depan, sensus pertanian akan dilakukan, termasuklah sensus soal kelapa sawit tadi. Apa-apa saja yang menjadi program terkait kelapa sawit seperti sarana dan prasarana, peningkatan SDM dan yang lain, akan muncul di data BPS lantaran BPDPKS juga akan mensupport data untuk memperkaya data statistik BPS.  

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sarjono. foto: tangkapan layar

"PKS ini memang terkait penyediaan, pemanfaatan dan pengembangan data dan atau informasi statistik kelapa sawit, sesuai kewenangan yang dimiliki masing-masing (BPS dan BPDPKS)," kata Dirut BPDPKS, Eddy Abdurrachman saat didaulat berbicara. 

BPS dan BPDPKS kata lelaki 69 tahun ini akan bersama-sama melakukan optimalisasi terkait pelaksanaan sensus itu. 

"Hasil Sensus Pertanian nanti akan menjadi masukan yang sangat penting bagi BPDPKS dan tentunya juga dalam rangka mewujudkan terciptanya satu data dan satu sumber," ujar Eddy. 

Eddy mengaku sangat bersyukur bahwa mimpi untuk mendapat data yang baik, akurat dan handal dan kemudian diproses menjadi dasar BPDPKS untuk menjalankan fungsinya, telah ada. 

"Terimakasih atas dukungan penuh ini. Kami berharap kerjasama ini jangan berhenti sampai di sini, tapi ada kerjasama lanjutan," pinta Eddy. 

Melalui fasilitas zoom yang disaksikan oleh elaeis.co, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Mukti Sarjono, sangat mengapresiasi kerjasama yang dilakukan oleh duo 'BP' itu. 

"GAPKI sangat mendukung acara ini. Sebab data sangat penting bagi dunia usaha. GAPKI juga sudah bekerja sama dengan BPS. Mudah-mudahan segera terwujud satu data, demi mendukung industri sawit Indonesia," lelaki 63 tahun ini berharap. 

Ketua ALPENSI, Gunawan Ciptadi. foto: tangkapan layar

Masih lewat fasilitas zoom itu, Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sawit Indonesia (ALPENSI), Gunawan Ciptadi, juga mengapresiasi PKS itu. "Data tidak hanya menjadi bahan, tapi juga akan menjadi bahan evaluasi," katanya. 

Transdata

Masih dalam suasana penekenan PKS itu, BPS dan   BPDPKS mempertontonkan aplikasi transdata antara BPS dan BPDPKS. 

Dalam transdata itu nampak seperti apa pola pertukaran data dan informasi soal perkebunan kelapa sawit antara BPS dan BPDPKS. 

Atqo menyebut, sesungguhnya banyak data-data di tiap lembaga, tapi belum dipakai maksimal. Penyebabnya banyak. Ada yang menganggap data itu belum berkualitas.

Ada pula yang menganggap sudah berkualitas tapi belum dipakai secara umum, masih hanya oleh instansinya. 

"BPS enggak mampu menyediakan semua data. Ke depan, data administrasi yang dihasilkan instansi itu, akan semakin penting, sebab itulah yang akan digunakan," katanya. 



  

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :