Berita / Internasional /
Sawit RI Terancam Dampak Geopolitik Venezuela? Begini Kata Barantin
Jakarta, elaeis.co – Isu geopolitik Venezuela yang memanas sempat menimbulkan pertanyaan, apakah ekspor sawit Indonesia bakal terganggu?
Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan, arus ekspor minyak sawit tetap berjalan normal dan stabilitas pasar nasional terjaga.
Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menjelaskan bahwa ketegangan politik dan tekanan internasional terhadap Venezuela tidak menyentuh sektor pertanian Indonesia secara langsung.
“Dinamika geopolitik global yang berkembang, termasuk situasi internal dan tekanan internasional terhadap Venezuela, terutama di sektor energi, tidak berpengaruh langsung terhadap perdagangan komoditas pertanian Indonesia. Hal ini disebabkan oleh rendahnya ketergantungan Indonesia terhadap Venezuela sebagai negara asal komoditas pangan strategis,” ujar Sahat, dikutip dari laman resmi Barantin, Sabtu (17/1).
Data dari Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust) menunjukkan bahwa volume perdagangan Indonesia-Venezuela sangat kecil.
Impor kacang hijau dari Venezuela sepanjang 2025 hanya 9.081 ton, sekitar 0,63 persen dari total volume nasional, sedangkan impor kakao biji mencapai 680 ton, setara 0,01 persen kebutuhan domestik.
Sementara itu, ekspor Indonesia ke Venezuela seperti minyak sawit, kayu olahan, tuna, dan benih kelapa sawit juga berada pada skala yang relatif kecil. Artinya, fluktuasi geopolitik di Venezuela tidak mengganggu performa ekspor nasional.
Barantin menekankan bahwa stabilitas pasokan komoditas strategis tetap terjaga melalui strategi diversifikasi pasar yang efektif. Indonesia mengamankan pasokan kacang hijau dari Australia dan Kanada, sedangkan kakao dalam negeri mendapat suplai dari Pantai Gading dan Ekuador.
Selain itu, pengawasan biosekuriti diterapkan secara ketat pada setiap komoditas yang melintasi perbatasan, untuk melindungi sumber daya alam hayati sekaligus menjaga keamanan pangan nasional.
“Dengan kondisi tersebut, Barantin memastikan bahwa stabilitas perdagangan komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global,” tambah Sahat.
Selain memastikan stabilitas ekspor sawit, Barantin juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap persyaratan teknis karantina. Keamanan hayati menjadi prioritas utama untuk menjaga daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar global.
Dengan strategi diversifikasi pasar dan pengawasan ketat, Barantin memastikan ekspor sawit Indonesia tetap aman meski situasi politik di Venezuela memanas. Pasar global tetap bisa menikmati produk unggulan Indonesia tanpa terganggu oleh gejolak internasional.







Komentar Via Facebook :