https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Sumatera /

Satgas Harga Sawit Sudah Ada, tapi Belum Jalan Gara-gara Masalah ini

Satgas Harga Sawit Sudah Ada, tapi Belum Jalan Gara-gara Masalah ini

DPD Apkasindo Kabupaten Merangin, Joko Wahyono. foto: ist.


Jambi, elaeis.co - Gubernur Jambi lewat Surat Keputusan Gubernur Nomor 1012/KEP.GUB/SETDA/RPKM-2.1/2022 menginstruksikan seluruh kabupaten penghasil membentuk Satgas Pemantauan Harga TBS Sawit.

Namun hingga setengah tahun setelah instruksi itu keluar, belum satupun satgas di kabupaten sentra sawit melaksanakan tugasnya.

Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Merangin, Joko Wahyono, mengaku kecewa karena instruksi itu tidak dijalankan. "Di Merangin belum berjalan. Bupati Merangin harus ganti kepala Disnakbun," katanya, Selasa (24/1).

Menurutnya, karena satgas yang ditugasi mengawasi belum melakukan gebrakan, alhasil harga TBS di tingkat petani di Kabupaten Merangin bergerak sesuai keinginan pedagang perantara. "Sekarang harga sawit di tingkat petani hanya Rp 1.850/kg. Harusnya lebih dari itu," sebutnya.

Joko mengaku kesal lantaran salah satu media memberitakan bahwa Satgas Pemantauan Harga Sawit di Merangin sudah berjalan.

"Saya Ketua DPD Apkasindo Merangin memastikan satgas itu belum jalan. Kalau tak percaya, silahkan cek ke lapangan," ucapnya kesal.

"Satgas yang bertugas memonitor harga sawit agar tidak terjadi permainan harga oleh oknum tak bertanggung jawab memang sudah ada. Tapi baru sebatas ada, belum ada kinerjanya," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dia peroleh, satgas yang melibatkan unsur forkopimda tersebut belum jalan karena belum ada anggaran.

"Alasannya belum adanya anggaran dan lain-lain," ujarnya.

"Apkasindo akan terus memantau setiap perkembangan yang terjadi di lapangan sekalipun pemerintah hanya berdiam diri," imbuhnya.

Kepala Disnakbun Merangin, Kaprawi, belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi terkait keberadaan satgas tersebut.
 

Komentar Via Facebook :