https://www.elaeis.co

Berita / Pasar /

Saham AALI & TAPG Rally! Minyak Goreng Ramadan Dorong Kinerja Sawit di Bursa Efek

Saham AALI & TAPG Rally! Minyak Goreng Ramadan Dorong Kinerja Sawit di Bursa Efek


Jakarta, elaeis.co - Permintaan minyak goreng yang meningkat menjelang Ramadan mendorong lonjakan kinerja saham emiten kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (18/2). 

Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek industri sawit nasional di tengah momentum konsumsi tinggi.

Data BEI menunjukkan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) menjadi pemimpin penguatan dengan melonjak 20,81% ke Rp1.045 per saham. Saham PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) juga menguat 10,61% menjadi Rp146. 

Sementara itu, saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) naik 1,00% ke Rp7.600 per saham, menandai respons positif pasar terhadap prospek permintaan minyak goreng selama Ramadan. 

Saham dari Grup Triputra, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), turut rally 2,08%, diikuti PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang naik 0,36%.

Investor juga menunjukkan minat pada saham dua perusahaan milik konglomerat Anthoni Salim, yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) yang menguat 2,63% menjadi Rp585, serta PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) naik 2,58% ke Rp1.195 per saham. Di sisi lain, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) milik Haji Isam melonjak 5,14% menjadi Rp2.660.

Penguatan juga tercatat pada beberapa emiten lain seperti PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA) naik 1,00% menjadi Rp1.010, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) naik 0,91% menjadi Rp5.550, dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) melonjak 9,70% ke Rp362 per saham.

Meski demikian, beberapa saham sawit mengalami koreksi, termasuk PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) yang turun 3,24% ke Rp1.645, PT Prime Agri Resources Tbk. (SGRO) melemah 9,24% ke Rp7.125, PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) turun 1,08% ke Rp11.425, dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) melemah 0,58% ke Rp1.720.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat Harga Referensi (HR) CPO untuk 1–28 Februari 2026 naik menjadi US$918,47 per metric ton (MT), meningkat US$2,84 atau 0,31% dibandingkan Januari 2026 sebesar US$915,64/MT. 

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana menjelaskan kenaikan harga dipicu permintaan tinggi menjelang Imlek dan Ramadan, sementara produksi mengalami penurunan.

“Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya permintaan sebagai antisipasi Hari Raya Imlek dan Ramadan, yang tidak diiringi peningkatan suplai akibat penurunan produksi,” jelas Tommy.

Momentum ini menunjukkan bahwa saham AALI, TAPG, dan emiten sawit lainnya menjadi pilihan menarik bagi investor di tengah permintaan minyak goreng yang terus meningkat. 

Lonjakan harga saham juga menegaskan peran penting industri sawit dalam mendukung kebutuhan pangan nasional dan stabilitas pasar menjelang Ramadan.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :