Berita / Bisnis /
Harga CPO Melejit! Minyak Goreng Rakyat Tertekan, Minyakita Terancam Langka
Jakarta, elaeis.co – Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) domestik memicu tekanan pada pasokan minyak goreng rakyat, termasuk merek Minyakita, menjelang Ramadan 2026.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa tingginya harga CPO menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi stabilitas distribusi dan harga minyak goreng di pasar domestik.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, level harga CPO saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan tiga tahun lalu ketika kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng pertama kali diterapkan.
“Saat ini harga CPO untuk bahan baku minyak di Palembang tercatat Rp14.035 per kilogram,” kata Budi, Jumat (20/2).
Data Kemendag menunjukkan harga rata-rata CPO telah melampaui harga distribusi produsen ke distributor tingkat pertama (D1), yang berada di kisaran Rp13.500 per kilogram.
Kondisi ini dinilai berpotensi menekan struktur biaya produksi minyak goreng, sehingga harga jual di tingkat konsumen sulit ditekan. Minyakita yang selama ini dijaga melalui skema HET menjadi salah satu produk yang terdampak langsung.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk memperbanyak minyak goreng merek alternatif atau second brand yang dapat mendampingi Minyakita.
Tujuannya agar masyarakat tetap memiliki akses ke produk minyak goreng dengan harga terjangkau di tengah tekanan harga bahan baku yang tinggi.
Selain tekanan harga domestik, faktor Harga Referensi (HR) CPO juga ikut memengaruhi pasokan.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menyatakan HR CPO untuk periode 1–28 Februari 2026 ditetapkan sebesar US$918,47 per metrik ton (MT), naik sekitar 0,31 persen dari Januari 2026 yang sebesar US$915,64/MT.
Tommy menjelaskan kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Imlek dan Ramadan, sementara pasokan produksi justru menurun.
Penetapan HR CPO dilakukan berdasarkan rata-rata harga dari beberapa bursa internasional, yaitu Bursa CPO Indonesia sebesar US$855,66/MT, Bursa CPO Malaysia US$981,28/MT, serta harga CPO di Pelabuhan Rotterdam yang mencapai US$1.209,81/MT.
Dari ketiga sumber tersebut, perhitungan akhir menggunakan dua harga median untuk menetapkan HR CPO di level US$918,47/MT.
Kombinasi harga CPO domestik yang tinggi dan kenaikan HR CPO internasional menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas pasokan minyak goreng.
Menjelang Ramadan, periode konsumsi meningkat, tekanan terhadap harga dan ketersediaan minyak goreng rakyat diprediksi akan terus terasa.
Dengan kondisi ini, pemerintah mendorong percepatan distribusi minyak goreng alternatif dan pengawasan harga agar masyarakat tetap mendapat akses produk yang terjangkau, sekaligus meminimalkan risiko kelangkaan Minyakita di pasaran.







Komentar Via Facebook :