https://www.elaeis.co

Berita / Internasional /

Rusia Bikin Kiat Ini Agar India Tertarik Terhadap Pupuknya

Rusia Bikin Kiat Ini Agar India Tertarik Terhadap Pupuknya

Ilustrasi-petani melakukan pemupukan tanaman sawit. (Dok. Elaeis)


Jakarta, elaeis.co - Untuk pertama kalinya, Rusia menjadi pemasok pupuk terbesar ke India pada paruh pertama tahun 2022/23. Cara Rusia membikin Negeri Bollywood ini luluh dengan memberikan diskon di atas harga global.

Nah, gara-gara itu impor pupuk India dari Rusia meningkat tajam tahun ini. Jika dihitung-hitung, melonjaknya 371% atau sekitar 2,15 juta ton dalam enam bulan pertama tahun ini dimulai pada 1 April 2022 lalu.

"Impor India selama periode itu USD1,6 miliar. Hingga tahun ini ada penambah sekitar 1,26 juta ton pupuk," kata seorang pejabat senior Pemerintah India yang menolak disebutkan namanya karena sensitivitas seperti dikutip dari Reuters, dua hari lalu.

Menurut pejabat itu, India mendapatkan pupuk dengan harga yang lebih rendah lantaran konflik Rusia dan Ukraina masih terus terjadi.

"Walau begitu, pasokan dari Rusia tepat waktu dan harganya pun lebih murah. Ini sangat membantu kami terhindar dari kemungkinan kelangkaan pupuk," kata pejabat itu.

Harga pupuk melonjak di pasar dunia sejak Maret lalu setelah negara-negara Barat memberlakukan sanksi atas pengiriman pupuk dari Rusia dan Belarusia ke eksportir utama setelah invasi Moskow ke Ukraina.

Padahal, Rusia dan Belarusia merupakan menyumbang lebih dari 40% ekspor kalium global tahun lalu dengan rincian, Rusia menyumbang sekitar 22% dari ekspor global amonia, 14% dari ekspor urea dunia dan sekitar 14% dari monoamonium fosfat (MAP). Semuanya itu merupakan jenis pupuk utama.

"Sebelumnya juga sudah ada kesepakatan antara India dengan Rusia pembelian pupuk ini," kata seorang pejabat industri senior yang bernegosiasi dengan pemasok luar negeri atas nama pembeli India.

"Terkadang India mendapat diskon lebih dari USD 70 per ton di atas harga global. Bahkan saat ini Rusia juga dapat pembeli pupuk besar yang bisa menggantikan pembeli di Eropa," ujarnya.

Pada Juni lalu, India juga mendapatkan di-amonium fosfat (DAP) dari Rusia dengan harga USD USD 920-925 per ton ditambah biaya pengiriman (CFR). Padahal pembeli Asia lainnya membelinya lebih dari USD1.000.

Lonjakan pasokan Rusia ini mengurangi separuh ekspor China ke India menjadi 1,78 juta ton pada paruh pertama 2022/23.

Tidak hanya itu, ekspor ke negara lain seperti Yordania, Mesir, dan Uni Emirat Arab juga turun. Pada tahun 2021/22, Rusia mengimpor ke India sekitar 6%, sedangkan China 24%.

Menurut pejabat industri lain yang berbasis di New Delhi, pangsa pasar Rusia melonjak menjadi 21% pada paruh pertama 2022/23, melampaui China sebagai pemasok terbesar ke India.

Pembelian India dari Rusia ini dianggap tidak hanya membantu petani lokal, tetapi juga negara-negara lain yang bergantung pada impor pupuk seperti Brazil, Argentina, Malaysia, dan Indonesia dengan membatasi kenaikan harga global.

"Harga global bisa naik lebih tinggi seandainya India juga pindah dari Rusia ke pemasok lain seperti China dan Maroko," katanya.

Untuk diketahui, total impor pupuk India pada paruh pertama 2022/23 turun 2,4% dari tahun lalu menjadi 10,27 juta ton, meskipun dalam nilai impor selama periode tersebut melonjak 59% menjadi USD7,4 miliar.

Komentar Via Facebook :