https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

Riset Sawit Tak Lagi di Laboratorium, Akademisi dan Industri Wujudkan Inovasi Berdampak Sosial dan Ekonomi

Riset Sawit Tak Lagi di Laboratorium, Akademisi dan Industri Wujudkan Inovasi Berdampak Sosial dan Ekonomi

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, menekankan perguruan tinggi kini harus berperan lebih dari sekadar menghasilkan lulusan dan publikasi ilmiah.


Jakarta, elaeis.co – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah mengkaji potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk memperkuat ekosistem riset sawit berkelanjutan sekaligus mendorong hilirisasi inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi.

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, menekankan perguruan tinggi kini harus berperan lebih dari sekadar menghasilkan lulusan dan publikasi ilmiah. 

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus menghasilkan inovasi yang berdampak dan terhilirisasi. Jika ini tervalidasi dengan presisi, hasilnya akan sangat baik,” ujarnya, Kamis (19/2) di Jakarta.

Kolaborasi strategis antara akademisi dan dunia usaha dianggap kunci percepatan hilirisasi riset. Perguruan tinggi didorong untuk menciptakan inovasi yang tidak berhenti pada tahap purwarupa, melainkan dapat diimplementasikan langsung di lapangan dan memberi dampak ekonomi serta sosial.

Riset terapan ini akan mencakup pengembangan teknologi budidaya sawit lebih efisien, sistem pengolahan berbasis inovasi, serta model pengelolaan kebun yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik. Skema ini juga mengutamakan emisi rendah dan teknologi ramah lingkungan.

“Tingkat produktivitas kita masih rendah dibanding negara lain. Banyak peluang bisa diperbaiki. Kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah akan memastikan riset tidak berhenti di laboratorium,” jelas Brian.

Lebih jauh, integrasi pembelajaran dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama. Pendekatan multidisipliner diharapkan mampu menjawab kompleksitas isu sawit, termasuk aspek agronomi, teknologi, lingkungan, ekonomi, dan kebijakan publik.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah membangun ekosistem pendidikan tinggi adaptif, kolaboratif, dan berdampak. Sinergi antara akademisi dan industri diharapkan memperkuat daya saing sektor sawit Indonesia sekaligus menjadi model pengembangan riset dan inovasi nasional yang berkelanjutan.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :